Pejabat Perwira TNI AD Diduga Jadi Pebinor, Berawal Saat Urus Proyek, Ganjaran Diterima

Pejabat perwira TNI AD diduga jadi pebinor, berawal saat urus proyek, ganjaran diterima. Citra TNI AD tercoreng akibat perilaku

HANDOVER
Ilustrasi selingkuh. Pejabat perwira TNI AD diduga jadi Pebinor, berawal saat urus proyek, ganjaran diterima. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pejabat perwira TNI AD diduga jadi Pebinor, berawal saat urus proyek, ganjaran diterima.

Citra TNI AD tercoreng akibat perilaku salah seorang anggotanya yang menjadi Pebinor atau perebut bini orang.

Pengadilan Militer Tinggi I Medan menyidangkan perkara perzinahan yang diduga dilakukan oknum anggota TNI AD Letnan Kolonel AH.

Sidang tertutup ini diketuai majelis hakim Kolonel Heri dan Oditur Militer Kolonel Laut Budi Winarno.

"Terdakwa menjabat Dandenzibang 1/3 Pekanbaru, kalau nggak salah, satuannya Kodam I/Bukit Barisan. Agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan saksi pelapor, suami dari Linawati Chien. Pelapor masih tetap dengan pengaduannya sehingga perkara diteruskan," kata Budi usai persidangan, Rabu (15/1/2020).

Sidang akan dilanjutkan kembali pada Rabu (22/1/2020) mendatang dengan agenda masih pemeriksaan saksi.

Dikonfirmasi wartawan, Budi menjelaskan, pelapor adalah rekanan kerja TNI Angkatan Darat dalam hal ini Kodam I/BB yang sedang membangun proyek di Batam.

Istri pelapor membantu pekerjaan suaminya di lapangan, sementara terdakwa menjadi penanggung jawab lapangan.

"Nah, di situlah terjadinya affair antara istri pelapor dengan terdakwa. Kejadiannya di Batam, sudah lama, sih. Cuma dilaporkan pada 2 Oktober 2019 di Batam," ucap Budi.

Terdakwa dikenakan Pasal 281 KUHP tentang Pelanggaran Kesusilaan diancam pidana penjara paling lama 2 tahun delapan bulan dan Pasal 284 tentang Perzinahan dengan ancaman hukuman maksimal 9 bulan penjara.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved