Keraton Agung Sejagat
Ini 7 Fakta Soal Keraton Agung Sejagat di Purworejo, dari Palsukan Dokumen hingga Tarik Iuran Jutaan
Rumah kontrakan Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso di RT 05/RW 04 Dusun Berjo Kulon, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman digeledah
Ini 7 Fakta Soal Keraton Agung Sejagat di Purworejo, dari Palsukan Dokumen hingga Tarik Iuran Jutaan
TRIBUN-TIMUR.COM - Beberapa fakta akhirnya terkuat dengan keberadaan kelompok Keraton Agung Sejagat (KAS).
Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar Sutisna, saat jumpa pers di Mapolda Jateng, Rabu (15/1/2020).
Kelompok Keraton Agung Sejagat (KAS) ini beralamat di Desa Pogung, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
• Wika Salim Dekat Gofar Hilman hingga Chand Kelvin, Tapi Malah Ngaku Jomblo dan Minta Dicarikan Jodoh
• Nonton TV Online 2 Link Live Streaming Garuda Select vs Juventus U17 Uji Coba - Nonton Live MolaTV
Fakta penting dari kejadian ini adalah dokumen yang dibuat oleh Keraton Agung Sejagat (KAS) adalah palsu.
Selain itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan, hubungan antara Toto Santoso Hadiningrat (42) dan Fanni Aminadia (41) bukanlah suami istri.
Toto dan Fanni di Keraton Agung Sejagat (KAS) disebut sebagai Raja dan Ratu KAS.
Saat ini keduanya telah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan membuat kasus kemunculan KAS.
Kedunya dijerat dengan Pasal 14 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran.
• Kelompok Bertopeng Serang Kampus Unismuh Dapat Balasan, Polisi Temukan Anak Panah
• Kembali Bertarung di Pilkada Luwu Timur, Thorig Husler Ungkap Alasannya
Toto dan Fanni dijerat dengan hukum maksimal 10 tahun dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.
Berikut ini 7 fakta selengkapnya yang dirangkum oleh Kompas.com:
(Kompas.com/Riska Farasonalia | Editor: David Oliver Purba, Rachmawati, Michael Hangga Wismabrata)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Fakta Penting yang Perlu Anda Tahu tentang Keraton Agung Sejagat, Soal Wangsit hingga Bukan Pasutri"