Ayah dan Anak Rebutan Pacar Janda, Cinta Segitiga Ini Baru Saja Berujung Tragis, Kronologi

Ayah dan anak rebutan pacar janda, cinta segitiga ini baru saja berujung tragis, kronologi dan 'nyawa harus dibayar nyawa'.

Sang janda ditikam oleh seorang pria yang mengaku sebagai pacarnya.

Juga sang pria ini pun masih memiliki ayah dan kemudian sang ayah juga menjadi pacar si janda yang dikabarkan sampai sudah melakukan nikah siri.

Seorang bapak dan anak di Kota Balikpapan terlibat dalam kisah cinta segitiga.

Mereka memperebutkan seorang janda beranak 3.

Namun sayangnya kisah cinta bapak dan anak itu justru berakhir di balik jeruji besi.

Lantaran Zahiruddin nekat menghabisi nyawa wanita yang diperebutkan dengan ayahnya.

Zahiruddin menghabisi nyawa NR dengan cara menghujani tikaman menggunakan pisau badik di tubuh NR.

Hingga NR tewas bersimbah darah di Jl Siaga.

Setelah menghabisi nyawa janda 3 anak itu, Zahiruddin langsung melarikan diri ke kawasan Karang Anyar, Balikpapan Barat untuk kemudian menyeberang di kawasan Penajam Paser Utara.

Namun belum sempat kabur lebih jauh, pria bertato itu lebih dulu diamankan polisi dari Tim Beruang Hitam Polresta Balikpapan.

Kepada polisi, Zahiruddin mengaku cemburu lantaran sang kekasih menjalin hubungan spesial dengan ayah Zahiruddin.

Bahkan keduanya diketahui sudah menjalani nikah siri.

Hal itulah yang membuat Zahiruddin gelap mata.

Dia menikam korban secara membabi buta di rumah kontrakan korban.

"Saya itu tadinya mau tanya baik-baik aja tapi dia (korban) malah ribut dan bentak-bentak saya," ujarnya.

"Saya naik darah, makanya saya tikam," kata Zahiruddin.

Zahiruddin menjelaskan bahwa dirinya sudah menjalin kisah percintaan dengan korban sejak 9 bulan lalu.

Namun, dia kesal setelah mengetahui korban justru selingkuh.

Parahnya, korban selingkuh dengan ayah Zahiruddin.

"Saya sudah sekitar 9 bulan yang lalu pacaran sama dia (korban) tapi saya jengkel dia malah selingkuh dan selingkuhnya dengan bapak saya," kata Zahiruddin.

Zahiruddin menghabisi nyawa janda tiga anak itu sekira pukul 13.30 Wita.

Saat itu kondisi rumah kontrakan korban sepi.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved