Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kisah Pilu Gadis Usia 12, Diperkosa Ayah dan Digilir Teman-temannya, Ibunya Tahu Tapi Diam Saja

Kisah Pilu Gadis Usia 12, Diperkosa Ayah dan Digilir Teman-temannya, Ibunya Tahu Tapi Diam Saja

Tayang:
Editor: Ina Maharani
int
ilustrasi perkosa anak 

Konselor lantas meminta ia menceritakan lebih detil.

Ibunya Tahu

Ia menuturkan bahwa ia pernah dilecehkan seorang pria yang datang ke rumah untuk menemui ibunya. Ibunya pun sudah memperingatkan pria itu. Namun kemudian banyak pria yang datang menemui ibunya itu ketika ia berada di sekolah.

Sejak itu semakin banyak pria yang datang ke rumahnya. Setelah minum-minum sampai larut malam, mereka akan mulai melecehkannya secara seksual, ujarnya.

Sang konselor menanyakan apakah ia tahu tentang alat kontrasepsi yang bisa membantu mencegah kehamilan dan penularan penyakit.

"Tidak, tidak, kami memakai kondom," kata gadis itu.

Itulah pertama kalinya, di tengah-tengah perbincangan mereka, sang gadis mengakui bahwa dirinya disetubuhi.

Setelah itu, ia menceritakan kisah mengerikannya yang kehilangan masa kanak-kanak.

"Mereka akan datang dan membawa ibu saya ke kamar. Saya pikir itu hal normal. Lalu ayah saya mendorong saya ke dalam kamar dengan orang yang tidak saya kenali," tuturnya.

 Kisah Nyata Perampok Legendaris Indonesia, No 1 Robin Hood yang Dihukum Mati, No 4 Kini Tokoh Agama

 Kisah Sedih Asmara Sehidup Semati, Suami Istri Meninggal di Hari yang Sama, Dikubur Bersama, 4 Fakta

Telat 3 Bulan

Kadang ayahnya memaksa dirinya untuk berfoto telanjang dan mengirimkan foto itu ke para pria yang mengunjunginya.

Awal tahun ini, ungkapnya, kedua orang tuanya panik ketika ia telat datang bulan sampai tiga bulan. Mereka lantas membawanya ke dokter, yang menyuruhnya menjalani uji ultrasound dan diberikan beberapa resep obat.

Pada titik itu, sang konselor yakin bahwa gadis itu adalah korban rangkaian pemerkosaan. Ia lantas menghubungi petugas keselamatan anak, dan memberitahu gadis itu bahwa mereka akan membawanya ke rumah aman. Ia tampak tidak terpengaruh.

Sang ibu, yang baru selesai mengikuti pertemuan dengan para guru, melihatnya dibawa ke dalam mobil dan berteriak.

"Mana bisa kau membawa anak gadisku?"

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved