Tribun Bulukumba

Komisi C DPRD Bulukumba Soroti Proyek Laston di Pantai Merpati, Ini Masalahnya

Itu disampaikan oleh anggota Komisi C DPRD Bulukumba, Zulkarnain Pangki, setelah memantau proyek tersebut, Kamis (9/1/2020) siang.

Komisi C DPRD Bulukumba Soroti Proyek Laston di Pantai Merpati, Ini Masalahnya
Zulkarnain Pangki
Komisi C DPRD Bulukumba, saat memantau proyek Lapis Aspal Beton (Laston), di Kawasan Pantai Merpati, Kelurahan Terang-terang, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, Kamis (9/1/2020). 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Komisi C DPRD Bulukumba, menyoroti proyek Lapis Aspal Beton (Laston), di Kawasan Pantai Merpati, Kelurahan Terang-terang, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba.

Itu disampaikan oleh anggota Komisi C DPRD Bulukumba, A Zulkarnain Pangki, setelah memantau proyek tersebut, Kamis (9/1/2020) siang.

Yang dipertanyakan oleh Zulkarnain Pangki, yakni saluran irigasi yang hingga saat ini belum diplester.

Padahal seharusnya, hal tersebut sudah sepaket dengan proyek laston, karena proyek ini bukan pengerjaan bertahap.

"Ini yang mau kita tahu, apakah pekerjaan dranaise hanya pemasangan batu tanpa diplester. Seharusnya harus include dengan plester. Ataukah perencanaannya memang seperti itu?," kata Andi Nain, sapaannya.

Ketua PAN Bulukumba itu juga mempertanyakan masa pengerjaan proyek ini.

Karena jika dikerjakan pada 2019 lalu, artinya sudah mengalami keterlambatan pengerjaaan.

"Tentunya kalau pekerjaan belum selesai pada kontrak Desember 2019, wajib untuk putus kontrak dan diberlakukan denda keterlambatan. Dan rekanan ini harus di blacklist," tegas Andi Nain.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Anika Join Konstruksi, dengan anggaran yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) Dinas PUPR Bulukumba.

Kepala Dinas PUPR Bulukumba, Rudy Ramlan mengatakan, sesuai dengan penjelasan PPK, pihak rekanan telah membuat surat pernyataan terkait keterlambatan pelaksanaan proyek ini.

Pelaksanaan pekerjaan telah berakhir masa kontraknya pada Desember 2019 lalu.

"Sesuai kontrak, pihak rekanan diberikan waktu 50 hari untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, dan rekanan juga akan membayar denda keterlambatan pelaksanaan pengerjaan," jelas Rudy, melalui pesan WhatsApp. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi, IG: @arisandifirki

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Subscribe akun Youtube Tribun Timur

(*)

 

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved