Siap-siap Ketagihan, Begini Proses Pembuatan Putu Cangkir Kue Tradisional khas Sulsel
Kue tradisional khas Sulsel, Putu Cangkir terbilang masih populer di Kota Makassar, Sulawesi Selatan hingga saat ini.
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUNTIMURTRAVEL.COM - Kue tradisional khas Sulsel, Putu Cangkir terbilang masih populer di Kota Makassar, Sulawesi Selatan hingga saat ini.
Meskipun telah banyak kue modern dan kekinian yang hadir di tengah kita.
Terlihat dari jualannya yang masih mudah di dapati di beberapa pinggir jalan.
• Mencicipi Lezatnya Putu Cangkir, Kue Tradisional Makassar yang Masih Digemari
Kue yang diproses secara kukus itu melekat menjadi kuliner andalan masyarakat Makassar.
Tribunners diluar Sulsel wajib coba ya saat bertandang ke Makassar.
Proses Pembuatan
Rasa lezat dan lembut pada putu ini tak membutuhkan waktu lama untuk dikukus.
Berbahan dasar beras ketan, ketan putih maupun ketan hitam dan gula merah atau sesuai pilihan rasa beberapa bahan tambahan lainnya. Ditumbuk tapi tidak sampai halus.
Menurut Pemilik Putu Cangkir Aldi & Aidil Mahyuni, bahan campuran tersebut disimpan di wadah tertutup selama satu hari sebelum dikukus.
“Kalau bahan sudah tercampur dikasih bermalam dulu,” katanya kepada Tribun Timur beberapa waktu lalu.
Para penjual putu cangkir biasanya membuka kedai kecil di pinggir jalan bermodalkan kursi, alat kukus dan meja.
Selain adonan yang telah tercampur sebelumnya, jangan sampai ketinggalan kelapa parut.
Untuk alat kukus pun bukan tempat kukus pada umumnya.
Namun yang digunakan kukusan khas, biasanya bentuknya tinggi bulat ada pula datar.
Alat kukus ini terbuat dari seng tipis permukaan atas hanya ada satu lubang kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/siap-siap-ketagihan-begini-proses-pembuatan-putu-cangkir-kue-tradisional-khas-sulsel.jpg)