Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

Misteri Wali Pitue

belum ada kajian serius atau ilmiah tentang Wali Pitue. Ada kecenderungan para intelektual, akademisi, bahkan ulama sekali pun mengabaikan hal ini.

Editor: Jumadi Mappanganro
handover
Rajab.S. Daeng Mattayang 

Di sinilah sesungguhnya peran intelektual sangat dibutuhkan guna memberi pencerahan pada masyarakat dengan mengungkap misteri Wali Pitue, apakah ketujuh tokoh tersebut berhak menyandang predikat wali Allah atau hanya sekadar pahlawan atau tokoh masyarakat?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wali Allah atau biasa disingkat waliullah adalah orang suci dan keramat.

Sedangkan, dalam pengertian lebih luas, waliullah adalah mereka yang memiliki pemahaman Islam yang mendalam dan luas serta mencurahkan seluruh hidupnya untuk menyebarkan Islam.

Lantaran para waliullah biasanya memiliki banyak murid dan pengikut, sehingga pengaruhnya pun bisa ada di berbagai daerah dan lintas generasi.

Bahkan ketika mereka sudah wafat, makamnya selalu diziarahi dari banyak kalangan dan tidak hanya terbatas pada etnis tertentu.

Dengan merujuk pada definisi tersebut, kita dapat dapat menjaring apakah ketujuh tokoh tersebut sejatinya adalah para waliullah?

Secara umum ketujuh tokoh tersebut adalah para pahlawan di masanya atau minimal sebagai tokoh masyarakat yang berpengaruh.

Syekh Yusuf atau dikenal sebagai Tuanta Salamaka adalah pahlawan nasional di dua negara sekaligus, Indonesia dan Afrika Selatan.

Pemahaman Islamnya pun tidak diragukan, karena sedari kecil telah belajar Islam bahkan hingga ke Makkah dan Yaman.

Perjuangannya dalam menyebarkan Islam juga diakui bukan hanya di Nusantara, tapi juga di Srilangka dan Afrika Selatan. Maqamnya pun senantiasa diziarahi.

Adapun KH Muhammad Tahir atau lebih Imam Lapeo yang nasab keluarganya masih tersambung ke Maulana Malik Ibrahim adalah seorang ulama besar yang pengaruhnya masih terasa hingga saat ini.

Bahkan, dipercayai memiliki banyak karamah. Kuburannya pun di Polewali Mandar selalu ramai dikunjungi para penziarah dari berbagai daerah.

Adapun Arung Palakka dan Petta Lasinrang adalah sama-sama pahlawan di masanya. Bahkan Petta Lasinrang diangkat menjadi salah satu Pahlawan Nasional.

Namun mengenai penguasaan pengetahuan keislaman kedua tokoh tersebut masih perlu ditelusuri. Ini karena keduanya tidak memiliki riwayat pendidikan keislaman sebagaimana Syekh Yusuf atau Imam Lapeo, karena kedua pahlawan tersebut lebih banyak terlibat dalam kancah politik.

Adapun mengenai KH Harun, Petta Barang, Dt Sangkala sangat sedikit yang dapat diulas karena terbatasnya sumber sehingga memerlukan penelusuran yang lebih mendalam.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved