Bipolar
Mengenal Gejala Bipolar yang Diidap Medina Zein dan Marshanda, Bisa Menyerang Siapapun
Terdapat dua fase yang dialami oleh mereka yang mengalami bipolar, yaitu manik (dan hipomanik) serta depresi.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
- Sulit berkonsentrasi atau berpikir tenang Beberapa kasus, orang merencanakan bunuh diri
- Sering lupa terhadap banyak hal
Penyebab Bipolar
Penyebab pasti dari gangguan bipolar tidak diketahui pasti.
Melansir dari Kompas.com (30/03/2018) para ilmuwan sepakat bahwa gejala tunggal dari penyakit ini tidak ada.
Sehingga menurut mereka terdapat beberapa faktor yang mungkin terlibat menyebabkan kondisi ini.
Berikut ini beberapa faktor risiko yang menyebabkan bipolar mengutip dari National Institute of Mental Health (NIMH):
1. Struktur dan fungsi otak
Beberapa ahli percaya bahwa gangguan bipolar disebabkan oleh gangguan pada sirkuit otak tertentu.
Selain itu, fungsi zat kimia otak yang disebut neurotransmitter juga mempengaruhi kondisi ini.
2. Genetik
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan gen tertentu lebih mungkin mengembangkan gangguan bipolar.
Menariknya, pada kasus bipolar pada kembar identik, bipolar tidak selalu terjadi pada kedua bayi, namun bisa hanya salah satu. Padahal, bayi kembar identik berbagi semua gen yang sama.
Melansir dari Science, penelitian juga mengungkap adanya kesamaan pola ekspresi gen di otak individu antara penderita autis, bipolar dan skizofrenia
3. Lingkungan dan gaya hidup
Penelitian juga menunjukkan bahwa kondisi bipolar berkaitan pula dengan lingkungan dan gaya hidup.
Peneliti menemukan anak-anak dengan orang tua bipolar seringkali dikelilingi oleh suasana stres kondisi lingkungan yang signifikan.
Hal ini dimungkinkan terkait dengan perubahan suasana hati pada orang tua mereka.
Walaupun tak selalu anak-anak berpotensi memiliki kondisi bipolar, namun anak-anak tersebut bisa mengembangkan gangguan mental lain, misalnya ADHD, depresi berat, skizofrenia atau penyalahgunaan narkoba.
Diagnosis
Untuk menentukan apakah seseorang benar mengalami ganguan bipolar bisa dilakukan serangkaian tes yang dilakukan mulai dari dokter hingga psikiater.
Dari dokter biasanya akan dilaksanakan tes fisik berupa tes laboratorium untuk mengidentifikasi masalah medis.
Sementara psikiater biasanya akan menilai apakah seseorang mengalami bipolar melalui kuisioner psikologi dan penilaian pribadi kepada pasien.
Selain itu, orang terdekat juga akan dimintai informasi tentang pasien.
Selanjutnya pasien mungkin akan diminta menulis catatan harian tentang suasana hati, pola tidur atau factor lain yang membantu diagnosis.
Selanjutnya, hasil tes pasien akan dibandingkan dengan kriteria gangguan bipolar yang ada.(*)