Hipotermia
Jadi Penyebab Korban Banjir Meninggal, Ini Pertolongan Pertama Untuk Atasi Hipotermia
Jadi Penyebab Korban Banjir Meninggal, Ini Pertolongan Pertama Atasi Hipotermia
Jadi Penyebab Korban Banjir Meninggal, Ini Pertolongan Pertama Atasi Hipotermia
TRIBUN-TIMUR.COM - Curah hujan yang tinggi di awal tahun 2020 menyebabkan banjir diberbagai wilayah di Indonesia.
Banjir tak hanya menyebabkan kerusakan materil tapi juga korban jiwa.
Banjir di wilayah DKI Jakarta, misalnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (2/1/2020) pukul 07.59 WIB mencatat korban jiwa akibat banjir di Jabodetabek sebanyak 16 orang.
Beberapa warga yang ditemukan meniggal dunia itu diakibatkan hipotermia.
Hipotermia adalah kondisi dimana tubuh tidak bisa mengembalikan panas tubuh karena suhunya cepat turun.
Hipotermia membuat suhu tubuh menjadi sangat rendah dan bahkan hingga dibawah 35 derajat Celcius.
• UPDATE Daftar Lengkap 16 Korban Tewas Banjir Jabodetabek, Hipotermia, Tenggelam & Tersengat Listrik
• 4 Pendaki Hipotermia di Gunung Marapi, Simak 5 Tips Ampuh Cegah Hipotermia saat Mendaki Gunung
Ketika suhu tubuh turun drastis, maka kinerja organ tubuh seperti jantung, saraf, dan organ lainnya menjadi terganggu.
Hal ini bisa menyebabkan kegagalan total pada jantung apabila tidak segera mendapatkan pertolongan yang tepat.
Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB, membenarkan bahwa bencana banjir juga dapat menyebabkan hipotermia.
"Ya karena hujan dan terkurung banjir sehingga suhu udara dingin. Belum lagi mereka bisa saja masih terkena hujan yang membuat bajunya basah yang memperburuk suhu tubuh turun," ujar Ari saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/1/2020).

Biasanya, hipotermia menyerang pendaki gunung Himalaya yang memiliki suhu yang ekstrem.
Bagaimana hipotermia terjadi?
Hipotermia bisa terjadi kareba temperatur tubuh kita yang dikendalikan oleh otak yang disebut hipotalamus.
Jika kondisi lingkungan menjadi dingin, hipotalamus akan mengenali perubahan suhu ini dengan mengirimkan respon dengan menggigil untuk menghasilkan panas melalui aktivitas otot.