Harga Rokok Naik
Harga Rokok Naik Lalu Beralih ke Vape? Simak Dulu Penjelasan Dokter
"Jangka panjang efek penggunaan vape, yang paling mengkhawatirkan adalah bangsa ini tidak bisa berpikir lebih akurat. Karena semuanya ketergantungan,"
TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut dr Edy Ardiansyah SpOG(K) menilai, jangka panjang penggunaan vape akan menimbulkan dampak buruk pada kesehatan penggunanya.
"Jangka panjang efek penggunaan vape, yang paling mengkhawatirkan adalah bangsa ini tidak bisa berpikir lebih akurat. Karena semuanya ketergantungan," katanya saat dihubungi, Sabtu (4/1/2020).
Lebih lanjut dr Edy menjelaskan, hal ini dikarenakan oksigen hasil jaringan otak berkurang. Jaringan yang berkaitan dengannya juga berkurang. Jaringan yang berhubungan dengan oksigen akan terganggu, termasuk zat perangsang saraf.
Saraf jadi tidak bisa bekerja dengan benar sehingga membuat produktivitas individunya berkurang.
Ia mengatakan, belum ada data akurat mengenai penggunaa vape apakah lebih aman daripada rokok biasa.
"Kalau ditanya apakah berbahaya, semua berbahaya. Saya tidak bisa bilang apakah rokok berbahan alami tidak berbahaya, karena dia juga berhubungannya dengan zat-zat yang mengandung adiktif. Namun kalau dibandingkan, ya memang lebih berat zat kimia buatan," jelasnya.
Peralihan penggunaan rokok biasa atau kertas ke vape, kata dia, hanyalah alternatif ekonomis, bukan kesehatan. Pada dasarnya, si pengguna tetap saja merokok.
Semua yang masuk ke organ tenggorokan pasti akan menyerang paru-paru, termasuk udara kotor dari lingkungan.
"Nah, bagaimana efeknya terhadap paru-paru, sama dengan bagaimana dengan zat kimia yang masuk ke pernapasan. Sama aja. Bahwa dia akan merusak perlahan-lahan," katanya.
Hal ini dikarenakan adanya zat adiktif dari bahan kimia tersebut, maka efeknya seperti merokok biasa.
Keinginan atau rangsangan terhadap saraf-saraf yang ada di paru-paru, lebih tinggi termasuk saraf-saraf yang di ujung jari. Karena oksigen tidak masuk secara akurat.
Disinggung mengenai anggapan vape lebih aman daripada rokok biasa, dr Edy mengatakan tidak ada studi yang membandingkan bahwa vape lebih aman.
Zat kimia yang dibentuk vape lebih berat daripada rokok biasa.
"Kalau rokok, rokok yang mana? Apakah rokok kertas atau rokok tembakau. Kan ada orangtua dulu yang merokok dengan tembakau asli, maka tidak lebih berat.
Karena dia menggunakan tembakau asli. Sedangkan rokok kertas menggunakan zat kimia, maka efeknya lebih berat," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/vape_20170814_103404.jpg)