Harga Rokok Naik

Harga Rokok Naik Lalu Beralih ke Vape? Simak Dulu Penjelasan Dokter

"Jangka panjang efek penggunaan vape, yang paling mengkhawatirkan adalah bangsa ini tidak bisa berpikir lebih akurat. Karena semuanya ketergantungan,"

Harga Rokok Naik Lalu Beralih ke Vape? Simak Dulu Penjelasan Dokter
Sanovra JR/Tribun Timur
Pengguna vapor menghembuskan asap dari mulutnya pada kegiatan Makassar Internasional Vape Expo (MIVEX) 2017 di Parkir Utara Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Minggu (13/8). Event ini merupakan acara vape internasional pertama yang diadakan oleh komunitas Makassar Vape Lovers (MVL) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut dr Edy Ardiansyah SpOG(K) menilai, jangka panjang penggunaan vape akan menimbulkan dampak buruk pada kesehatan penggunanya.

"Jangka panjang efek penggunaan vape, yang paling mengkhawatirkan adalah bangsa ini tidak bisa berpikir lebih akurat. Karena semuanya ketergantungan," katanya saat dihubungi, Sabtu (4/1/2020).

Lebih lanjut dr Edy menjelaskan, hal ini dikarenakan oksigen hasil jaringan otak berkurang. Jaringan yang berkaitan dengannya juga berkurang. Jaringan yang berhubungan dengan oksigen akan terganggu, termasuk zat perangsang saraf.

Saraf jadi tidak bisa bekerja dengan benar sehingga membuat produktivitas individunya berkurang.

Ia mengatakan, belum ada data akurat mengenai penggunaa vape apakah lebih aman daripada rokok biasa.

"Kalau ditanya apakah berbahaya, semua berbahaya. Saya tidak bisa bilang apakah rokok berbahan alami tidak berbahaya, karena dia juga berhubungannya dengan zat-zat yang mengandung adiktif. Namun kalau dibandingkan, ya memang lebih berat zat kimia buatan," jelasnya.

Peralihan penggunaan rokok biasa atau kertas ke vape, kata dia, hanyalah alternatif ekonomis, bukan kesehatan. Pada dasarnya, si pengguna tetap saja merokok.

Semua yang masuk ke organ tenggorokan pasti akan menyerang paru-paru, termasuk udara kotor dari lingkungan.

"Nah, bagaimana efeknya terhadap paru-paru, sama dengan bagaimana dengan zat kimia yang masuk ke pernapasan. Sama aja. Bahwa dia akan merusak perlahan-lahan," katanya.

Hal ini dikarenakan adanya zat adiktif dari bahan kimia tersebut, maka efeknya seperti merokok biasa.

Halaman
123
Editor: Ansar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved