Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bupati Gowa Dukung Kemajuan Perempuan

Bupati Gowa Dukung Kemajuan Perempuan di Seluruh Sektor

Menurutnya, perempuan masa kini adalah perempuan yang telah sadar bahwa mereka mempunyai akses dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Syamsul Bahri
Humas Pemkab Gowa
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menilai perempuan membutuhkan dukungan 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menilai perempuan membutuhkan dukungan untuk mengambil peran dalam ikut memajukan bangsa, negara hingga daerah.

Menurutnya, perempuan masa kini adalah perempuan yang telah sadar bahwa mereka mempunyai akses dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki.

Baik dalam hal pengembangan sumber daya manusia, maupun memperoleh sumber lainnya seperti akses terhadap ekonomi, pendidikan, politik, dan sosial.

Termasuk pula pola pengasuhan dalam keluarga, di mana peran dan tanggungjawab laki-laki dan perempuan dalam pengasuhan anak tidak hanya dilakukan oleh ibu tetapi juga dapat dilakukan secara bersama-sama.

"Perempuan telah memiliki peran dan eksistensi dalam berbagai sektor pembangunan," kata Adnan, Selasa (31/12/2019).

Ia melanjutkan, kesuksesan seorang laki-laki tidak terlepas dari peran perempuan di sampingnya.

Untuk itu, Adnan mendorong keterlibatan perempuan di seluruh sektor.

Keinginan Adnan tersebut selaras dengan tema peringatan kali ini yakni "Perempuan Berdaya Indonesia Maju".

Kedepan gerakan Dharma Wanita Persatuan harus yakin optimis dalam membangun organisasi yang modern dan profesional demi mendukung program-program pengembangan dan peningkatan kualitas para anggotanya secara berkesinambungan.

Orang nomor satu Pemkab Gowa ini ikut menghadiri Peringatan Hari Ibu ke-91 dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke 20 Tingkat Kabupaten Gowa, di Gedung Haji Bate, Senin (30/12/2019) kemarin.

Menurutnya, gerakan Dharma Wanita Persatuan diharapkan dapat menciptakan perempuan-perempuan yang mampu bersaing secara terbuka dan mampu berkiprah secara aktif dalam memberikan kontribusi pemikiran.

"Utamanya dalam pembangunan negara hingga daerah yang kita cintai," terangnya.

Sementara, untuk peringatan Hari Ibu lahir dari pergerakan perempuan Indonesia.

Hal ini diawali dari Kongres Perempuan pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Dari kongres tersebut telah dikukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia.

"Dalam pembahasan kongres perempuan ini yaitu memperjuangkan hak perempuan dalam perkawinan, melarang perkawinan anak, poligami dan pendidikan perempuan. Gerakan perjuangan kaum perempuan tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia," terangnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved