UIT Makassar
Hadiri Kuliah Pakar UIT Makassar, Rocky Gerung Kritisi Birokratisasi Pendidikan
Menjadi pembicara utama, Rocky Gerung banyak berdialog mengenai daya nalar generasi saat ini.
"Tidak tahu saya mau sampaikan apa tapi perlu saya sampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kita, bahwa UIT bisa menghadirkan dua narasumber yang luar biasa ini," terang Dr Andi Maryam.
Ia menambahkan kehadiran narasumber-narasumber berkompeten ini sebagai wujud dari upaya UIT berbenah diri.
Mengingat dalam beberapa tahun terakhir UIT menjadi salah satu kampus di Indonesia Timur terkhusus Makassar yang memiliki sejumlah problem.
"Kita pernah dibanned dan mengalami penurunan drastis tapi dengan kerja keras dari target 20 prodi yang harus terakreditasi hanya dalam setahun sudah ada delapan yang sudah terakreditasi," paparnya.
"Akreditasi kampus juga sudah B, ini semua berkat kerja keras kita semua dan rasa terima kasih kita kepada bapak pembina kita ketua Aptisi, dalam kurung satu tahun ini kami dimentori dan banyak lonjakan kemajuan," tambahnya.
Dengan kegiatan kuliah pakar ini Dr Andi Maryam berharap hasil kedepannya bisa berimplikasi pada kemajuan UIT yang lebih baik lagi.
"Semoga dari materi kuliah ini kita semakin termotivasi untuk maju terutama bagi para mahasiswa," tutupnya.
Kemerdekaan Berpikir
Program Pascasarjana Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar menggelar kuliah pakar/tamu di Aula Kampus V UIT, Jl Abd Kadir, Selasa (17/12/2019) pagi.
Kuliah pakar ini menghadirkan dua narasumber utama.
Yakni Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi), Prof Budi Djatmiko.
Serta akademisi dengan pengamat politik, Rocky Gerung.
Kedua narasumber ini dihadirkan membahas tema kuliah pakar 'Kampus: Kebebasan Berpikir di era Digital'.
Acara dimulai sejak Pukul 10.00 Wita dan dibuka langsung oleh Rektor UIT, Dr Andi Maryam.
Kehadiran Rocky Gerung sebagai salah satu pembicara yang cukup populer pun menjadi daya tarik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/narasumber-di-kuliah-pakar-uit-makassar-rocky-gerung-kritisi-birokratisasi-pendidikan.jpg)