Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

FORPOIN Perkuat Peran Riset dan Inovasi, Dorong Dampak Nyata bagi Masyarakat

Profesor politeknik dorong riset terapan dan inovasi berdampak bagi masyarakat dan industri.

|
Istimewa
DIREKTUR POLIPANGKEP - Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) periode 2025–2029, Prof. Dr. H. Mauli Kasmi. 

TRIBUN-TIMUR.COM – Rapat Kerja Forum Profesor Politeknik Negeri Indonesia (FORPOIN) 2026 menghadirkan gagasan strategis terkait penguatan sistem akademik di lingkungan politeknik, yakni pembentukan Dewan Guru Besar (DGB), Jumat (24/4/2026).

Usulan tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. H. Mauli Kasmi yang mewakili Forum Direktur Politeknik Negeri Indonesia (FDPNI). Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya kehadiran otoritas akademik yang berperan menjaga arah keilmuan politeknik secara konsisten dan ilmiah.

Menurutnya, selama ini politeknik dikenal unggul dalam praktik dan kedekatan dengan industri, namun belum memiliki sistem yang secara khusus mengawal marwah akademik. Kondisi ini dinilai berpotensi membuat kebijakan pendidikan vokasi terlalu berorientasi pragmatis.

“Dewan Guru Besar bukan sekadar pelengkap organisasi, tetapi menjadi penentu arah akademik institusi,” ujarnya dalam forum yang berlangsung di Jakarta.

Gagasan tersebut juga telah mulai diterapkan di Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep), khususnya dalam penguatan teaching factory, integrasi riset industri, dan penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Meski demikian, Prof. Mauli menegaskan bahwa pembentukan DGB merupakan kebutuhan nasional untuk meningkatkan daya saing politeknik di tingkat global.

Dalam forum tersebut juga dibahas sejumlah tantangan, seperti keterbatasan jumlah guru besar terapan, dominasi pendekatan administratif, serta regulasi yang belum sepenuhnya mendukung. Untuk itu, FORPOIN mendorong langkah strategis mulai dari percepatan pengangkatan guru besar hingga penyusunan roadmap penguatan DGB.

Ketua FORPOIN, Prof. Sarono, menyatakan pihaknya siap menjadi penggerak dalam penyusunan standar nasional Dewan Guru Besar politeknik. Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI turut memberikan dukungan terhadap inisiatif tersebut.

Pemerintah menilai penguatan tata kelola akademik menjadi kunci agar pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada praktik, tetapi juga memiliki landasan keilmuan yang kuat.

Rapat kerja yang berlangsung selama dua hari ini menghasilkan sejumlah rekomendasi, termasuk dorongan pembentukan regulasi nasional terkait Dewan Guru Besar Politeknik sebagai bagian dari transformasi pendidikan vokasi di Indonesia.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved