Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kementan

Kementan Dorong Peningkatan Populasi dan Perbaikan Genetik Sapi dan Kerbau di Provinsi NTT

Upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian itu melalui program terobosan agar terjadi lompatan jumlah sapi secara signifikan.

Penulis: Alfian | Editor: Arif Fuddin Usman
Kementan Dorong Peningkatan Populasi dan Perbaikan Genetik Sapi dan Kerbau di Provinsi NTT - kementan-panen-pedet-terintegrasi-dalam-program-kegiatan-pembangunan-pertanian-di-ntt.jpg
dok kementan
Kementan panen pedet terintegrasi dalam program kegiatan pembangunan pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat, 13 Desember 2019.
Kementan Dorong Peningkatan Populasi dan Perbaikan Genetik Sapi dan Kerbau di Provinsi NTT - kementan-panen-pedet-terintegrasi-untuk-program-kegiatan-pembangunan-pertanian-di-ntt.jpg
dok humas kementan
Kementan panen pedet terintegrasi dalam program kegiatan pembangunan pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat, 13 Desember 2019.

Kementan Dorong Peningkatan Populasi dan Perbaikan Genetik Sapi dan kerbau di Provinsi NTT

TRIBUN-TIMUR.COM, KUPANG - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya untuk meningkatkan populasi sapi.

Upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian itu melalui program terobosan agar terjadi lompatan jumlah sapi secara signifikan.

Pada 13 Desember 2019 di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kementan panen pedet (anakan sapi) hasil inseminasi buatan (IB) di Kabupaten Kupang sebanyak 1.000 ekor.

Kementan Pererat Kerjasama dengan Arab Saudi di Bidang Pertanian, Ini Tujuannya

Rakornas Kementan, Mentan Syahrul YL Sinergi dengan BPS dan Kejagung

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita mengatakan panen pedet itu bukti nyata bahwa Indonesia mampu produksi ternak sapi yang berkualitas.

Melihat kegiatan panen pedet terintegrasi kegiatan pembangunan pertanian di NTT, Ketut yang mewakili Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan rasa bahagianya melihat semangat peternak Indonesia dalam meningkatkan populasi sapi.

"Kami bangga pada peternak Indonesia yang bersemangat mengembangkan sapi nasional, sehingga populasinya meningkat, lebih berkualitas, dan dapat mensejahterakan peternak," ujarnya.

"Ke depan, peternak Indonesia harus bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri bahkan dunia, sesuai visi lumbung pangan dunia 2045," ungkapnya.

Ketut kemudian menjelaskan capaian program Upsus Siwab melalui pola inseminasi buatan (IB), pemeriksaan kebuntingan, dan kelahiran yang hasilnya di atas 100 persen.

Hal ini berdasarkan realisasi pelaksanaan Upsus Siwab pada tahun 2018, dimana capaian layanan IB nasional adalah sebanyak 3.987.661 ekor atau 132.92% dari target 3 juta ekor.

Di Rakornas Kementan, Mentan Syahrul Sinergi dengan BPS dan Kejagung

Ini Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemenkuham, Kemhan, Kementan, BNN, Setjen DPR, Kemenpan RB

Adapun capaian kebuntingan nasional sebanyak 2.051.108 ekor atau 97.67% dari target 2.1 juta ekor.

Sedangkan kelahiran sebanyak 1.832.767 ekor atau 109.09% dari target.

Untuk tahun 2019, pada periode 1 Januari - 10 Desember 2019, total akseptor layanan IB mencapai 3.482.796 ekor atau 116,09% dari target akseptor 3.000.000.

Kemudian ternak bunting kumulatif 2.236.447 ekor atau 106,50% dari target bunting 2.100.000 ekor.

Serta kelahiran kumulatif sebanyak 1.907.455 ekor atau 113,54% dari target kelahiran 1.680.000 ekor.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved