Ayah Setubuhi Anak Kandungnya
Remaja Takalar Disetubuhi Ayah Kandung Hingga Hamil, Pemkab 'Cuek'
HJ telah mengandung janin akibat jadi korban persetubuhan. Pelaku bahkan adalah ayah kandungnya sendiri, TT (50).
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR -- Malang nian nasib HJ (16), remaja yang menjadi korban kekerasan seksual di Kabupaten Takalar.
HJ telah mengandung janin akibat jadi korban persetubuhan. Pelaku bahkan adalah ayah kandungnya sendiri, TT (50).
Korban masih duduk di bangku sekolah menengah dinilai mengalami guncangan psikologis yang sangat berat.
Di umur yang masih belia, HJ sudah mengandung janin dari hubungan terlarang. Hal ini kian diperparah karena pelaku adalah ayah kandungnya.
HJ terpaksa harus ikut bersama ayahnya karena takut mendapat hukuman adat dari penduduk kampung.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Takalar dr Nilal Fauziah yang dikonfirmasi enggan memberikan tanggapan.
dr Nilal memilih bungkam ketika ditanya soal upaya Dinas PPKB dan PPA Takalar dalam pemulihan trauma dan pendampingan terhadap korban.
Begitupun Bupati Takalar Syamsari Kitta ataupun Wakil Bupati Achmad Daeng Se're.
Keduanya juga tidak menanggapi soal kasus kekerasan seksual yang menimpa warganya ini.
Tribuntakalar.com mencatat, terdapat dua kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan di bawah dalam satu pekan di Kabupaten Takalar.
Sebelumnya seorang remaja turut menjadi korban persetubuhan di Kecamatan Manggarabombang Kabupaten Takalar.
Pelaku kekerasan seksual ini berjumlah tiga orang. Dua diantaranya merupakan kakek lanjut usia berumur 65 dan 55 tahun.
Sementara itu legislator perempuan DPRD Kabupaten Takalar, Husniah Rachman mengatakan kasus pelecehan dan kekerasan seksual memang banyak mengancam selama beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, kekerasan seksual di masa kini bukan hanya datang dari eksternal keluarga. Tetapi juga datang dari internal keluarga.
"Ini yang beberapa tahun terakhir sangat kencang disosialisasikan oleh pemerhati perempuan bahwa kekerasan dan pelecehan seksual harus selalu diwaspadai," katanya saat dihubungi Tribun, Selasa (10/12/2019).