Juara ARRC 2019

Cerita Orangtua Juara ARRC 2019 AP250 Fadly, Sempat Tak Dukung Putranya Jadi Pebalap

Namun, semua berubah seiring prestasi yang ditorehkan Andi Muhammad Fadly (19).

Cerita Orangtua Juara ARRC 2019 AP250 Fadly, Sempat Tak Dukung Putranya Jadi Pebalap
hardiansyah/tribun-wajo.com
Andi Agus Salim (49) tak mendukung anak keduanya, Fadly terjung ke dunia balapan. 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Orangtua Andi Muhammad Fadly, Andi Agus Salim (49) mengaku tak mendukung anak keduanya tterjung ke dunia balapan.

Pasalnya, dirinya tahu betul bagaimana susahnya menjadi pebalap profesional di kabupaten yang jauh dari akses sponsor besar.

Sebab, dirinya juga pernah merasakan menunggangi motor di sirkuit.

Namun, semua berubah seiring prestasi yang ditorehkan Andi Muhammad Fadly (19). Saat bertanding, ia keluar sebagai Juara ARRC 2019.

"Sebenarnya saya tidak support pertama, karena kita tahu jadi pebalap susah. Terus ada omnya kasi kotor, dia coba di Atakkkae bagus juga ini anak," katanya, Selasa (10/12/2019).

Saat itu, usia Andi Muhammad Fadly baru 9 tahun. Bakatnya pertama kali ditemukan pamannya.

"Dari situ, dilanjutkan karena dia kemauan sendiri, bukan kemauan saya. Saya support dari belakang saja, pertamanya tidak saya support full karena tahu bagaimana susahnya jadi pebalap," kata suami Andi Irmayanti tersebut.

Ketimbang membiarkan bakat anaknya tersalur di jalan raya, dengan penuh risiko, Andi Agus Salim pun membiarkan bakat anaknya mengalir di sirkuit balapan.

Hasilnya, sejak usia 9 tahun AM Fadly menunggang motor di sirkuit, kini dirinya bisa membanggakan kedua orang tuanya, tanah kelahirannya Sengkang Kabupaten Wajo, serta tanah airnya Indonesia.

AM Fadly berhasil menorehkan sejarah sebagai juara Asian Road Race Championship (ARRC) 2019 AP250 bersama timnya, Kawasaki KYT Rextor Manulatech.

Halaman
12
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved