Tribun Makassar

Gubernur Sulsel Pastikan Tahun 2020 Siswa SMA Tetap Ujian Nasional

Hal itu diungkapkan Nurdin menanggapi pertanyaan Menteri Pendidikan RI Nadiem Makarim soal rencana meniadakan UN di tahun 2020.

Gubernur Sulsel Pastikan Tahun 2020 Siswa SMA Tetap Ujian Nasional
Humas Pemkab Bulukumba
Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional, Selasa (23/4/2019) pagi. 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah pastikan ujian nasional bagi pelajar SMA sederajat masih akan berlangsung pada 2020 mendatang.

Hal itu diungkapkan Nurdin menanggapi pertanyaan Menteri Pendidikan RI Nadiem Makarim soal rencana meniadakan UN di tahun 2020.

"Ini masih dalam kajian. Pak menteri sudah bilang masih dikaji. Janganlah dipelesetkan, dengar dulu bagaimana guru, orang tua dan siswa. Jadi 2020 saya pastikan masih ada UN," ujar Nurdin, usai hadiri Peringatan Hari Guru di Claro Hotel, Jl AP Pettarani, Makassar, Senin (2/12/2019).

Baru-baru ini Kemendikbud sedang mengkaji kemungkinan penghapusan ujian nasional (UN).

Alasannya adalah supaya menciptakan kesinambungan sistem pendidikan dan dunia industri.

"Banyak sekali aspirasi dari masyarakat. Sebenarnya dari guru, dari murid, dari orangtua yang sebenarnya banyak juga dari mereka yang inginnya bukan menghapus, tapi menghindari hal yang negatif," ujar Nadiem di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (30/11/2019) yang dilansir melalui Kompas.com.

Dia mencontohkan, dampak negatifnya adalah tingkat stres yang tinggi pada siswa saat persiapan ujian nasional.

Kemudian, ia berujar saat siswa menghadapi ujian yang pelajarannya tidak dikuasai, ada rasa khawatir yang berlebihan.

Meski wacana ini sudah dikaji, Nadiem mengatakan, kebijakan yang akan dilakukan tidak akan sekadar menghapus UN.

Namun, akan ada perbaikan sistem kelulusan bagi siswa.

"Jadi bukan semuanya ini wacana menghapus saja, tapi juga wacana memperbaiki esensi dari UN itu sebenarnya apa. Apakah menilai prestasi murid atau menilai prestasi sistem," kata Nadiem.

Nadiem juga mengatakan ada dua poin yang penting untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia.

Yakni soal merdeka belajar dan kehadiran guru penggerak.

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved