Tahanan Betah, Penjara Ini Mewah Seperti Hotel, Cek Videonya
Jika biasanya penjara identik dengan ruang kumuh, menjijikkan, buat trauma, hal ini tidak berlaku di penjara yang satu ini. Dibuat laiknya syurga, p
Teruaki Takeuchi, Ketua Kodokai generasi ke-3 juga ikut menjemput dan mengantar Takayama sejak dari Tokyo.
Kodokai didirikan oleh Takayama dan Shinobu Tsukasa yang kini jadi Ketua Yamaguchigumi generasi ke-6.
Nasib Polisi Satlantas yang Berhentikan Mobil Ambulans & Pukul Sopir, Kok Belum Disidang, Kronologi
KRONOLOGI Suaranya Terlalu Keras saat Berhubungan Badan, Pasangan Ini Diusir dari Kapal Pesiar
Ariel Noah Akhirnya Blak-blakan Sosok Wanita yang Digandeng di Konser Musik
Rintis Media Sendiri, Mewahnya Rumah Najwa Shihab Mirip Dinasti Zaman Dulu, Kolam Renang Wow Banget
Organisasi Kodokai adalah portal utama dari Yamaguchigumi dan orang yang tak seirama dengan pola pikir mereka (Kodokai) biasanya mental ke luar, sehingga pecah menjadi Kobe Yamaguchigumi (KY) dipimpin Kunio Inoue dan Ninkyo Yamaguchigumi (NY) dipegang Yoshinori Oda.
Sampai di stasiun kereta api Nagoya disambut oleh Shateigashira (Kepala kyodai atau saudara) Chihiro Aoyama dan Hirofumi Hashimoto Ketua Dewan Umum atau pimpinan brothers (saudara) dalam struktur yakuza.
"Sudah biasa kalau pimpinan yakuza tiba disambut bawahannya seperti itu," tambahnya.
Okaerinasai
Kata yang paling menyentuh hati bagi orang dekat atau yang sudah dianggap satu keluarga besar di Jepang adalah "Okaerinasai" yang artinya selamat kembali ke rumah.
Ketua Yamaguchigumi Tsukasa langsung menyebut "Okaerinasai" kepada Takayama saat bertemu.
Setelah tiba di Stasiun Nagoya bukan langsung ke markas Kodokai tetapi Takayama ke tempat pangkas rambut favoritnya dulu, barulah jam 10.20 tiba di markas Kodokai dan 10 menit kemudian Ketua Yamaguchigumi Tsukasa yang juga pendiri Kodokai menyambutnya dengan "Okaerinasai".
Untuk menghindari ketegangan Takayama memang diharapkan polisi tidak ke Kobe dulu ke markas Yamaguchigumi karena di sana juga ada KY dan NY. Ditakutkan ketegangan akan meningkat antar geng yakuza.
Takayama juga dilarang polisi untuk menemui pimpinan kedua geng tersebut baik KY maupun NY karena ditakutkan malah menimbulkan ketegangan.
Pada saat Takayama di penjara, dia punya berkeinginan kuat untuk menyatukan kembali KY dan NY ke dalam Yamaguchigumi.
"Yamaguchigumi wo hitotsu ni suru" yang artinya Yamaguchigumi jadikan satu! Itulah yang ditekankan Takayama.
Nasib Polisi Satlantas yang Berhentikan Mobil Ambulans & Pukul Sopir, Kok Belum Disidang, Kronologi
KRONOLOGI Suaranya Terlalu Keras saat Berhubungan Badan, Pasangan Ini Diusir dari Kapal Pesiar
Ariel Noah Akhirnya Blak-blakan Sosok Wanita yang Digandeng di Konser Musik
Rintis Media Sendiri, Mewahnya Rumah Najwa Shihab Mirip Dinasti Zaman Dulu, Kolam Renang Wow Banget
Garis keras
Takayama ditakutkan menggunakan Hitman, penembak bayaran kepada yang menentang penyatuan kembali Yamaguchigumi.
"Tidak akan dilakukan pakai Hitman, karena UU Anti Yakuza sangat ketat sekali saat ini. Kalau hal itu dipakai Takayama, habis lah bubar Yamaguchigumi mungkin," papar sumber Tribunnews.com.
Situasinya memang sudah lain saat ini mengenai yakuza di Jepang. Namun ketegangan akan kembali meningkat dengan keluarnya Takayama ke dalam dunia Yakuza.
Satu hari setelah pembebasan, 19 Oktober 2019, Takayama pun bertemu dengan para pimpinan yakuza generasi muda yang sangat bersemangat dan termotivasi oleh pembebasan Takayama kembali.
Takayama masih mendengarkan semua curhat mereka, mempertimbangkan, dan akan mengambil keputusan diperkirakan dalam waktu tak lama lagi.
Yang pasti kini masih beristirahat dulu, disambut pula para wanita penghibur yang dipasok untuknya karena sudah bertahun-tahun tak mendapat pelayanan wanita di penjara.
Apa yang akan terjadi, pihak polisi Jepang pun masih terus mengikuti Takayama ke mana pun dia berada karena merupakan tokoh garis keras yakuza yang memang sangat berpengaruh di Jepang meskipun sudah berusia 72 tahun.
Leher Takayama tampak masih diberikan korset, penjaga leher dan mata kanannya tampak agak tertutup, tak diketahui mengapa bisa seperti itu, lebih buruk ketimbang sebelum dipenjara 6 tahun lalu.
Akan banyak hal menarik muncul dalam waktu mendatang, diperkirakan mulai awal tahun dpan.
Artikel ini telah tayang di Intisari Online dengan judul Bukannya Tersiksa, Para Penjahat yang Dihukum di Pulau Terpencil Ini Justru Bahagia Karena Hal Berikut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/suasana-penjara-mewah.jpg)