Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tahanan Betah, Penjara Ini Mewah Seperti Hotel, Cek Videonya

Jika biasanya penjara identik dengan ruang kumuh, menjijikkan, buat trauma, hal ini tidak berlaku di penjara yang satu ini. Dibuat laiknya syurga, p

Tayang:
Editor: Rasni
Bestille Post
Suasana Penjara Mewah 

- tahanan Betah, penjara Ini mewah Seperti hotel, Cek Videonya

TRIBUN-TIMUR.COM - Jika biasanya penjara identik dengan ruang kumuh, menjijikkan, buat trauma, hal ini tidak berlaku di penjara yang satu ini. 

Dibuat laiknya syurga, penjara ini justeru terlihat sangat mewah bahkan setara dengan fasilitas hotel

Tempat tinggal tahanan dibuat senyaman dan selengkap mungkin. 

Setiap tahanan punya kamar sendiri, punya komputer, televisi, ruang laundry dan lainnya. 

Tidak ada aturan pakaian khusus di sini.

Hanya saja tahanan tetap tak bisa keluar dari area dan tidak punya hak memegang uang dan lainnya. 

VIDEO: Preview Liga 1 2019 Persija vs Persipura - Duet Xandao-Fachrudin Dapat Sorotan

591 Kepala Sekolah Diminta Tak Hanya Duduk di Meja Sekolah di Sulbar

LINK Live Score & Live Streaming TV Online OChannel Kalteng Putra vs PS Tira Persikabo, Tonton di HP

Cek selengkapnya di sini:

Di beberapa belahan dunia, biasanya ada penjara khusus yang dibangun di pulau terpencil.

Contohnya pulau Nusakambangan jika di Indonesia dan penjara Alcatraz di Amerika Serikat.

Namun, fakta berbeda justru ada di penjara Norwegia, (Bastroy), penjara yang juga dibangun di pulau terpencil di negara ini.

Uniknya, siapa pun yang dihukum di penjara ini justru akan bahagia selama menjalani hukuman.

Kok gitu?

Banggar dan TAPD Mamasa Masih Bahas APBD, Kapan Batas Waktu?

Hal itu tak lain karena penjara ini menawarkan fasilitas berbeda.

Jika biasanya penjara memiliki kesan, tempat tidur sempit, toilet yang kotor, dan lingkungan yang kumuh, namun penjara ini berbeda.

Penjara ini justru memiliki furnitur yang mewah, kamar yang nyaman, dan lebih yang mengejutkannya lagi, tahanan di pulau ini menerima gaji selama hukuman penjara.

Penjara ini terletak di pulau kecil Bestroy di Norwegia, dibangun setelah pemerintah setempat membayar pulau itu pada tahun 1898 dan mengubahnya menjadi penjara.

Pulau Bestroy pada awalnya digunakan sebagai penjara bagi pelanggar khusus, saat kejadian sosial Norwegia tahun 1953.

Namun, setelah pengambilalihan, penjara ini diubah menjadi penjara ekologis pertama di dunia.

Beginilah penampakan salah satu kamar di penjara tersebut.
Bastille Post
Beginilah penampakan salah satu kamar di penjara tersebut.

Ada sekitar 100 tahanan di penjara ini, dan para tahanan ini semua bersalah karena melakukan kejahatan.

Namun, mereka diperlakukan sangat terhormat dan memiliki kehidupan yang nyaman, dengan ruangan yang besar, kamar tidur pribadi lengkap dengan peralatan di dalamnya.

Para tahana juga melakukan aktivitas seperti olahraga dengan sipir penjara.
Bastille Post
Para tahana juga melakukan aktivitas seperti olahraga dengan sipir penjara.

 Bahkan, para tahanan tidak perlu memakai pakaian tahanan, dan seolah-olah tinggal di rumah sendiri.

Selain itu, para tahanan juga bekerja dan memiliki hak memilih pekerjaannya sendiri, ada yang menjadi peternak, petani, koki, penjual toko kelontong, tukang, mekanik, hingga operator.

Mereka bekerja dan mendapatkan gaji, namun uang gaji mereka baru bisa diambil setelah mereka dibebaskan dari penjara.

Mereka tak hanya dipenjara namun melakukan beberapa pekerjaan seperti orang-orang pada umumnya.
Bastille Post
Mereka tak hanya dipenjara namun melakukan beberapa pekerjaan seperti orang-orang pada umumnya.

Jadi, setelah keluar dari penjara mereka memiliki tabungannya sendiri.

Hasilnya banyak tahanan yang memiliki antusiasme untuk bekerja.

Mereka mengambil inisiatif untuk melakukan semua pekerjaan.

Menurut keterangan, seorang tahanan yang dibebaskan dari penjara, bisa membawa uang sekitar 1,5 juta Krona Norwegia (Rp2,4 miliar) saat dibebaskan dari penjara. (*)

Bandingkan Pengawalan Presiden dan Bos Mafia Jepang Yakuza saat Keluar dari Penjara

Jika biasanya Presiden dikawal pasukan khusus Paspampres, ternyata pengawalan bos Mafia Jepang Yakuza tak kalah heboh. 

Sedikitnya 30 orang mengawalnya saat keluar dari penjara

Tak hanya itu, dirinya bahkan dikawal sejumlah polisi hingga dikerumuni sejumlah wartawan.

Tak sampai disitu, kepulangannya sampai harus menyewa satu gerbong kereta cepat. 

Nasib Polisi Satlantas yang Berhentikan Mobil Ambulans & Pukul Sopir, Kok Belum Disidang, Kronologi

KRONOLOGI Suaranya Terlalu Keras saat Berhubungan Badan, Pasangan Ini Diusir dari Kapal Pesiar

Ariel Noah Akhirnya Blak-blakan Sosok Wanita yang Digandeng di Konser Musik

Rintis Media Sendiri, Mewahnya Rumah Najwa Shihab Mirip Dinasti Zaman Dulu, Kolam Renang Wow Banget

Cek selengkapnya di sini:

Ternyata pengawalan bos kelompok mafia Jepang yang juga disebut sebagai Yakuza saat keluar dari penjara tidak main-main.

Bak mengawal presiden, bos Yakuza dari Jepang ini memilik pengawalan dan penjagaan ketat dari segala pihak.

Bahkan demi mengantar sang bos Yakuza yang baru saja keluar dari penjara menuju lokasi tempat tinggalnya  sampai menyewa satu gerbong kereta cepat VIP yang ada di Jepang

 

Sosok  Kiyoshi Takayama (72) yang menjadi orang nomor dua mafia terbesar Jepang (Yakuza), baru saja bebas dari penjara pada, Jumat (118/10/2019) lalu.

Kiyoshi Takayama dikenal sebagai salah satu pentolan mafia garis keras yang paling ditakuti kalangan Yakuza di Jepang

Layaknya presiden dengan pengawalan ketat, bos mafia asal Jepang ini juga mendapatkan perlakuan sama pasca keluar dari penjara. 

Takayama sampai dikawal 50 personel yang masing-masing 30 orang anggota Yamaguchugumi dan 20 orang polisi preman.

Orang nomor dua mafia terbesar Jepang (yakuza) Yamaguchigumi, Kiyoshi Takayama, 72 (kiri) Wakagashira Yamaguchigumi, menunggu perjalanan Shinkansen di stasiun Shinagawa menuju Nagoya tanggal 18 Oktober 2019, dan Yasuo Takagi Wakil Wakagashira Yamaguchigumi
Orang nomor dua mafia terbesar Jepang (yakuza) Yamaguchigumi, Kiyoshi Takayama, 72 (kiri) Wakagashira Yamaguchigumi, menunggu perjalanan Shinkansen di stasiun Shinagawa menuju Nagoya tanggal 18 Oktober 2019, dan Yasuo Takagi Wakil Wakagashira Yamaguchigumi (Friday)

Penjagaan ketat ini dilakukan agar tidak terjadi keributan selama perjalan ke markas Kodokai di Nagoya Perfektur Aichi.

Selain polisi dan anggota yakuza, sekitar 50 wartawan pun ikut meliput mengikuti perjalanan Takayama tersebut dari Tokyo ke Nagoya.

Rombongan Takayama pun sampai menyewa satu gerbong kereta cepat Jepang Shinkansen VIP untuk mengantarkan sang bos ke Nagoya dari Stasiun Shinagaya, Tokyo. 

Teruaki Takeuchi, Ketua Kodokai generasi ke-3 juga ikut menjemput dan mengantar Takayama sejak dari Tokyo.

Kodokai didirikan oleh Takayama dan Shinobu Tsukasa yang kini jadi Ketua Yamaguchigumi generasi ke-6.

Nasib Polisi Satlantas yang Berhentikan Mobil Ambulans & Pukul Sopir, Kok Belum Disidang, Kronologi

KRONOLOGI Suaranya Terlalu Keras saat Berhubungan Badan, Pasangan Ini Diusir dari Kapal Pesiar

Ariel Noah Akhirnya Blak-blakan Sosok Wanita yang Digandeng di Konser Musik

Rintis Media Sendiri, Mewahnya Rumah Najwa Shihab Mirip Dinasti Zaman Dulu, Kolam Renang Wow Banget

Organisasi Kodokai adalah portal utama dari Yamaguchigumi dan orang yang tak seirama dengan pola pikir mereka (Kodokai) biasanya mental ke luar, sehingga pecah menjadi Kobe Yamaguchigumi (KY) dipimpin Kunio Inoue dan Ninkyo Yamaguchigumi (NY) dipegang Yoshinori Oda.

Sampai di stasiun kereta api Nagoya disambut oleh Shateigashira (Kepala kyodai atau saudara) Chihiro Aoyama dan Hirofumi Hashimoto Ketua Dewan Umum atau pimpinan brothers (saudara) dalam struktur yakuza.

"Sudah biasa kalau pimpinan yakuza tiba disambut bawahannya seperti itu," tambahnya.

Okaerinasai

Kata yang paling menyentuh hati bagi orang dekat atau yang sudah dianggap satu keluarga besar di Jepang adalah "Okaerinasai" yang artinya selamat kembali ke rumah.

Ketua Yamaguchigumi Tsukasa langsung menyebut "Okaerinasai" kepada Takayama saat bertemu.

Setelah tiba di Stasiun Nagoya bukan langsung ke markas Kodokai tetapi Takayama ke tempat pangkas rambut favoritnya dulu, barulah jam 10.20 tiba di markas Kodokai dan 10 menit kemudian Ketua Yamaguchigumi Tsukasa yang juga pendiri Kodokai menyambutnya dengan "Okaerinasai".

Untuk menghindari ketegangan Takayama memang diharapkan polisi tidak ke Kobe dulu ke markas Yamaguchigumi karena di sana juga ada KY dan NY. Ditakutkan ketegangan akan meningkat antar geng yakuza.

Takayama juga dilarang polisi untuk menemui pimpinan kedua geng tersebut baik KY maupun NY karena ditakutkan malah menimbulkan ketegangan.

Pada saat Takayama di penjara, dia punya berkeinginan kuat untuk menyatukan kembali KY dan NY ke dalam Yamaguchigumi.

"Yamaguchigumi wo hitotsu ni suru" yang artinya Yamaguchigumi jadikan satu! Itulah yang ditekankan Takayama.

Nasib Polisi Satlantas yang Berhentikan Mobil Ambulans & Pukul Sopir, Kok Belum Disidang, Kronologi

KRONOLOGI Suaranya Terlalu Keras saat Berhubungan Badan, Pasangan Ini Diusir dari Kapal Pesiar

Ariel Noah Akhirnya Blak-blakan Sosok Wanita yang Digandeng di Konser Musik

Rintis Media Sendiri, Mewahnya Rumah Najwa Shihab Mirip Dinasti Zaman Dulu, Kolam Renang Wow Banget

Garis keras

Takayama ditakutkan menggunakan Hitman, penembak bayaran kepada yang menentang penyatuan kembali Yamaguchigumi.

"Tidak akan dilakukan pakai Hitman, karena UU Anti Yakuza sangat ketat sekali saat ini. Kalau hal itu dipakai Takayama, habis lah bubar Yamaguchigumi mungkin," papar sumber Tribunnews.com.

Situasinya memang sudah lain saat ini mengenai yakuza di Jepang. Namun ketegangan akan kembali meningkat dengan keluarnya Takayama ke dalam dunia Yakuza.

Ilustrasi Anggota Yakuza
Ilustrasi Anggota Yakuza (Daily Beast)

Satu hari setelah pembebasan, 19 Oktober 2019, Takayama pun bertemu dengan para pimpinan yakuza generasi muda yang sangat bersemangat dan termotivasi oleh pembebasan Takayama kembali.

Takayama masih mendengarkan semua curhat mereka, mempertimbangkan, dan akan mengambil keputusan diperkirakan dalam waktu tak lama lagi.

Yang pasti kini masih beristirahat dulu, disambut pula para wanita penghibur yang dipasok untuknya karena sudah bertahun-tahun tak mendapat pelayanan wanita di penjara.

Apa yang akan terjadi, pihak polisi Jepang pun masih terus mengikuti Takayama ke mana pun dia berada karena merupakan tokoh garis keras yakuza yang memang sangat berpengaruh di Jepang meskipun sudah berusia 72 tahun.

Leher Takayama tampak masih diberikan korset, penjaga leher dan mata kanannya tampak agak tertutup, tak diketahui mengapa bisa seperti itu, lebih buruk ketimbang sebelum dipenjara 6 tahun lalu.

Akan banyak hal menarik muncul dalam waktu mendatang, diperkirakan mulai awal tahun dpan.

Artikel ini telah tayang di Intisari Online dengan judul Bukannya Tersiksa, Para Penjahat yang Dihukum di Pulau Terpencil Ini Justru Bahagia Karena Hal Berikut 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved