Di Depan Mahasiswa Komunikasi, Devo Khaddafi: 5 Modal Jadi PR di Era Digital

Diskusi kali ini mengusung tema Strategi PR 4.0 di Era Milenial. Dihadiri ratusan mahasiswa ilmu komunikasi dari empat univeritas di Kota Makassar.

Di Depan Mahasiswa Komunikasi, Devo Khaddafi: 5 Modal Jadi PR di Era Digital
Dokumen Devo Khaddafi
Devo Khaddafi bersama pembicara lain dan peserta diskusi OJK PR Talks 2019, Kamis (14/11/2019) siang. Bertempat di Gedung IPTEKS Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kepala Biro Humas dan Protokol Sulsel Devo Khaddafi menjadi narasumber pada diskusi OJK PR Talks 2019, Kamis (14/11/2019) siang.

Bertempat di Gedung IPTEKS Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Diskusi kali ini mengusung tema Strategi PR 4.0 di Era Milenial. Dihadiri ratusan mahasiswa ilmu komunikasi dari empat univeritas di Kota Makassar.

Deputy Deputi Direktur Startegi dan Pelayanan Informasi OJK Wilayah VI Sulampua, Rahman Mangussara, tampil pula sebagai pembicara.

Hadir pula di antanya Kepala OJK Wilayah VI Sulampua, Deputi Direktur Startegi dan Pelayanan Informasi OJK Wilayah VI Sulampua, Direktur Inovasi dan Kewirausahan Unhas, serta staf pengajar Ilmu Komunikasi Unhas

Pada kesempatan itu, Devo membagikan tips dan strategi menjadi humas di era digital.

Marahi Anak Buahnya yang Unjuk Rasa, Pimpinan Damkar dan Satpol PP Barru Nyaris Dikeroyok

Bagi pria yang telah puluhan tahun aktif di dunia kehumasan, setidaknya ada lima point penting yang harus dimiliki oleh setiap humas, khusunya di era digital.

Di antaranya melek teknologi, cerdas dalam membangun komunikasi, berwawasan luas, kompeten, kreatif, dan inovatif.

“Yang paling penting adalah seorang humas mampu menjadi pendengar yang baik, bekerja dengan mata dan hati tidak saja untuk kepentingan instansi tempatnya bekrja tetapi juga bagi masyarakt luas,” ujar Devo melalui rilisnya ke tribun-timur.com, Kamis (14/11/2019) malam.

Pria yang masuk dalam Top 50 Humas Indonesia ini menuturkan, dalam sebuah instansi, humas memiliki peran yang penting dalam membentuk opini publik.

Untuk itu, Humas dituntut cakap, cepat respon, dan mampu berkomunikasi baik dengan seluruh elemen internal terlebih dengan masyarakat luas.

Bupati Takalar Didesak Pertanggungjawabkan Persoalan TPP PNS, Kok Bisa?

“Peran humas sangat penting, seorang humas harus bayak mendengar, melihat, dan merasakan real needs of people agar menjadi mata dan hati dari oragnisasinya,” ujar Devo seperti yang ia tulis dalam bukunya ‘Mengawal Tiga Gubernur’.

Kepada peserta, Devo menitipkan pesan agar senantiasa tersenyum dengan tulus dan bekerja dengan hati bagi yang ingin melanjutkan profesi sebagai humas

“Usahakan kalau ada apa-apa, kita yang duluan dicari oleh semua orang,” pesannya diikuti tepuk tangan meriah peserta. (*)

Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved