Ini Ancaman Sanksi Penimbunan BBM di Karossa Mamuju

Tersangka yang diketahui bernama Ansari Latif alias Brekele. Ia terancam pidana enam tahun kurungan penjara.

Ini Ancaman Sanksi Penimbunan BBM di Karossa Mamuju
Nurhadi/tribunsulbar.com
Tersangka Ansari Latif alias Brekele didampingi penyidik saat berkas perkara kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Reskrim Polresta Mamuju melakukan pelimpahan tahap kedua berkas perkara kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar.

Tersangka yang diketahui bernama Ansari Latif alias Brekele. Ia terancam pidana enam tahun kurungan penjara.

Segini e-KTP Harus Dikumpulkan Maju di Pilkada Barru

VIDEO: Polres Maros Ringkus 5 Jambret Asal Makassar

Selain itu, kata Kasat Reskrim Polresta Mamuju AKP Syamsurianyah, Brekele juga terancam denda Rp 30 miliar atas kejahatan penimbunan BBM yang dilakukan sejak lama.

"Kami sudah menyerahkan terangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Mamuju. Karena teman-teman JPU tidak memiliki lahan untuk menyimpang barang bukti sehingga tetap dititip disini,"kata AKP Syamsuruansyah di Polresta Mamuju, Rabu (13/11/2019).

Sebelumnya pihak kepolisian mengamankan empat buah tangki rakitan, dua kendaraan yang sudah dimodifikasi tangkinya agar bisa menampung BBM berupa solar maupun premium dan 17 jerigen berisi solar.

Preview Persebaya Vs PSM: Adu Tajam Ferdinand Sinaga-Irfan Jaya

Bocah 10 Tahun Hamil Setelah Diperkosa Kakak Kandung, Baru Terungkap Jelang Melahirkan

Ansari Latif disangkakan melanggaran Pasal 53 huruf C dan pasal 55 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

"Ancaman hukumannya ada dua pasal dalam Undang-undang Migas yang kami terapkan. Ada yang enam tahun ada yang empat tahu dan denda maksimal Rp 30 miliar,"tuturnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Farid ditemui di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju mengatakan pihaknya memiliki waktu maksimal 20 hari ke depan untuk menyiapkan dakwaan.

Tersangka Ansari Latif alias Brekele didampingi penyidik saat berkas perkara kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan.
Tersangka Ansari Latif alias Brekele didampingi penyidik saat berkas perkara kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan. (Nurhadi/tribunsulbar.com)

"Kami memiliki waktu menahan maksimal 20 hari untuk mempersiapkan layak untuk diajukan ke pengadilan atau tidak. Tapi bagi kami ini sudah layak karena sudah P21, jadi kemungkinan sebelum 20 hari ke depan sudah disidangkan,"ujarnya.

Ahok / Basuki Tjahaja Purnama Dapat Jabatan di Kementerian, Ditawari Menteri Ini, Jokowi yang Pilih

Setelah dilimpahkan, kata dia, wewenangnya sudah ada di pengadilan untuk menjadwalkan persidangan.(tribun-timur.com).

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @nurhadi5420

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
 
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Penulis: Nurhadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved