Pemprov Sulsel Usul APBD 2020 Rp 10,79 T, Belanja Apa Saja?

Hal itu dalam nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2020 yang dibacakan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam rapat paripurna.

Pemprov Sulsel Usul APBD 2020 Rp 10,79 T, Belanja Apa Saja?
saldy/tribun-timur.com
Contoh baju Bersih Melayani yang kenakan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pemerintah Privinsi Sulawesi Selatan mengusulkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pokok 2020 sebesar Rp 10,79 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 5,48 persen dari tahun anggaran 2019 sebesar Rp 9,92 triliun.

Hal itu dalam nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2020 yang dibacakan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam rapat paripurna.

Rapat digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukkang, Makassar, Selasa (12/11/2019).

Dipimpin langsung oleh Andi Ina Kartika Sari selaku Ketua DPRD Sulsel dan didampingi ketiga wakilnya Darmawangsa Muin, Nimatullah dan Muzayyin Arif dan anggotan dewan.

Merasa Terganggu BCL Sahabat Luna Maya Semprot Syahrini & Tutup Telinga: Aduh! Berisik

LIHAT Pas Foto 6 Artis Indonesia Zaman Sekolah, Bandingkan Luna Maya dan Syahrini! Cantik Mana?

Nurdin menyampaikan dari total akumulasi belanja tidak langsung dan belanja langsung maka belanja daerah ditargetkan sebesar Rp 10, 690 triliun.

Berdasarkan struktur APBD yang ada, kata dia, terdapat pos pembiayaan yang terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah yang bersumber dari Silva sebesar Rp 323 miliar lebih.

Serta pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 100 miliar yang rencananya akan dipergunakan untuk penyertaan modal daerah. "Jadi secara total keseluruhan target rapbd Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 adalah sebesar 10,79 triliun," paparn

Mantan Bupati Bantaeng melanjutkan terkait dengan target belanja daerah khususnya belanja tidak langsung, maka pemerintah daerah provinsi Sulawesi Selatan merencanakan target belanja tidak langsung sebesar 7,54 triliun lebih.

Belanja langsung itu terdiri dari satu, belanja pegawai sebesar Rp 3,36 triliun lebih, kedua, belanja hibah sebesar Rp 1,64 triliun lebih yang sebagian besar diperuntukkan untuk dana belanja Operasional Sekolah.

Ketiga, bantuan sosial sebesar Rp 1,4 miliar rupiah lebih. Keempat dana bagi hasi Rp 1,815 triliun bantuan keuangan kepada pemerintah Kabupaten Kota dan parpol sebesar Rp 600,6 miliar dan belanja tidak terduga sebesar Rp 20 miliar lebih.

Halaman
123
Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved