Sengketa Lahan di Gowa Berujung Maut
Kronologi Paman Sembelih Ponakan Gara-gara Lahan di Biringbulu Gowa
Kronologi Paman Sembelih Ponakan Gara-gara Lahan di Biringbulu Gowa. Tempat kejadian perkara di sebuah kebun, Sonra Dusun Pangangpusang
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Suryana Anas
Akar permasalahan yakni sengseka tanah pada sebuah kebun.
Istrinya Haji Saju bersepupu satu kali dengan Nia, Ibu kandung kandung korban. Nia tinggal sekampung dengan Haji Saju.
"Iye. Pelaku ini adalah om korban. Jadi mereka masih satu rumpun keluarga," kata Aziz kepada Tribun, Senin (11/11/2019).
Aziz menuturkan, sengketa lahan antara pelaku dan korban sudah berlangsung lama. Namun belum ada kesepakatan ataupun solusi dari masalah itu.
Aziz selaku kepala desa mengaku sudah beberapa kali mencoba memediasi kedua belah pihak. Mediasi terakhir dilakukan pada dua pekan lalu.
"Ini kasus lama, sudah hampir 16 tahun. Beberapa kali saya panggil tapi tidak ada kejelasan. Jadi saya bilang kosongkan dulu lahan," bebernya.
Aziz menuturkan, kasus ini juga sempat dibawa ke ranah hukum untuk mencari solusi atas sengseka lahan itu.
"Tapi ternyata keduanya melakukan pertemuan di kebun yang bersengketa tadi pagi. Mereka cekcok di sana," beber Aziz.
Pertemuan pelaku dan korban rupanya berujung pertengkaran. Hingga akhirnya korban ditemukan tewas di lahan bersengketa itu.
"Badan dan kepala terputus dan terpental sekitar 5 meter," kata Aziz.
Jenazah korban sempat dibawa ke Puskesmas Tonrorita untuk dilakukan visum pada pukul 10:30.
Hasil visum menunjukkan leher korban putus. Kemudian luka siku tangan kanan, dan jari tangan kiri.
Setelah divisum, korban dibawa ke rumahnya di Dusun Batueja untuk dimandikan.
Jenazah korban rencananya akan dikebumikan pekuburan keluarga di kampung Balombong Kelurahan Camba Jawa Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto.
Menyerahkan Diri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rumah-rumah-duka-daeng-sampara-bin-dading-yang-menjadi-korban.jpg)