Kecamatan Ujung Pandang Hadirkan Simbol Kota Makassar Nyaman dan Bersih
Semua unsur yang berkaitan dengan Makassar, mulai dari kuliner, pemerintahan, hingga pariwisata ada di Ujung Pandang.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Imam Wahyudi
"Kami harus pastikan orang-orang yang datang ke obyek wisata ini bisa nyaman selama berada di Pantai Losari dan obyek lainnya. Caranya dengan menyebar petugas penyapu dan menyiagakan armada kebersihan di titik tersebut," ujar Zulkifly yang juga mantan Sekcam Biringkanaya ini.
Di Kecamatan Ujung Pandang tercatat memiliki 72 penyapu, sopir motor sampah (armda mini) 46 orang, sopir mobil sampah 20 orang.
• Suami Izinkan Istri Sah Berzina dengan Pria Lain Tiap Malam, Berakhir Tragis Setelah Hamil 8 Bulan
Para petugas atau satgas ini bekerja dengan sistem sift, sehingga mereka bisa bekerja hingga 24 jam lamanya.
"Jadi di Ujung Pandang itu, petugas kita sibuk disaat malam. Semakin malam, semakin banyak beban kerjanya," ujar Zulkifly lagi.
Khusus di Pantai Losari dan kawasan kuliner di standby-kan 25 petugas penyapu. Hal ini karena luas wilayah jangkauannya juga besar, tidak seperti obyek yang lainnya.
Tak hanya kawasan wisata, jalan - jalan protokol juga demikian, seperti Jl Sudirman, Ahmad Yani, dan Hasanuddin. Kawasan ini juga di standby-kan petugas.
Untuk sektor bisnis, Kecamatan Ujung Pandang ia akui memiliki volume sampah yang besar dibandingkan kecamatan lainnya.
• 6 Hari Buka Penjaringan, Ini 11 Balon Bupati yang Incar Rekomendasi PPP Maros
Hal itu karena jumlah hotel sebanyak 34 unit dengan kelas bintang tiga, restoran dan cafe sebanyak 120 unit.
Meski begitu, para pebisnis ini kata Zulkifly terlapor disiplin dan tertib membayar retribusi dan pajak kebersihan.
"Alhamdulillah, di wilayah kami, budaya disiplin itu sudah ada sejak dulu, dan masih kita jaga. Caranya, ya melakukan pendekatan emosional dengan mereka," Zul menambahkan.
Untuk melakukan pendekatan emosional, pihak kecamatan melibatkan para pebisnis ini untuk sama-sama mengambil keputusan.
• Menyoal Pendidikan di Indonesia
* Kerukunan Masyarakat Tionghoa
Ada yang beda di Kecamatan Ujung Pandang, wilayah yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 28.278 jiwa ini didalamnya adalah keturunan Tionghoa.
Di Ujung Pandang, para keturunan Tionghoa hidup rukun dengan masyarakat pribumi.
Hal tersebut ditandai dengan pelibatan para warga Tionghoa diagenda sosial, dan kegiatan 17 Agustus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/a-zulkifly-nanda2.jpg)