Kecamatan Ujung Pandang Hadirkan Simbol Kota Makassar Nyaman dan Bersih
Semua unsur yang berkaitan dengan Makassar, mulai dari kuliner, pemerintahan, hingga pariwisata ada di Ujung Pandang.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Jika ke Kota Makassar, jangan lupa berkunjung ke Kecamatan Ujung Pandang. Hal itulah diungkapkan oleh Camat Ujung Pandang, A Zulkifly Nanda, saat ditanya mengenai keistimewaan kecamatan ia pimpin saat ini.
Menurut dia, Ujung Pandang ini adalah simbol atau icon dari Kota Makassar.
Semua unsur yang berkaitan dengan Makassar, mulai dari kuliner, pemerintahan, hingga pariwisata ada di Ujung Pandang.
• Dipuji Usai Cetak Gol ke Gawang Kalteng Putra, Aji Ogah Besar Kepala, Ini Alasannya
"Kalau ke Makassar jangan lupa ke Ujung Pandang. Wilayah ini adalah simbol dari kota Makassar. Saya jamin setiap orang khususnya wisatawan yang datang memiliki kesan kagum dan cerita saat mereka pulang," kata Zulkifli, saat wawancara khusus dengan tribun-timur.com, di Kantor Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Senin (11/11/2019).
Ia menyebutkan, Ujung Pandang saat ini dijadikan sebagai pilot projects dari misi Pemerintah Kota Makassar yakni 'Clean, Comfort and Continuity (Makassar Nyaman).
Hal ini ditetapkan, lantaran Ujung Pandang memiliki tiga obyek strategis dalam bidang perekonomian, diantaranya wisata, perkantoran (swasta dan pemerintah), serta bisnis (restoran dan hotel).
• Mahasiswa Curi Celengan Masjid Dusun Batusitanduk Utara Luwu Utara
"Jadi disini itu lengkap, ada obyek wisata, restoran hotel, perkantoran. Yah lengkap sudah," katanya.
Dari tiga obyek ini, sektor wisata yang menjadi perhatian khusus oleh jajaran Kecamatan Ujung Pandang.
Menjaga kelestarian dan kebersihan obyek wisata salah satu kunci, wisatawan dan masyarakat pribumi berkesan datang ke Ujung Pandang.
Seperti halnya di Kawasan Pantai Losari, di kawasan ini menurut dia juga dilengkapi dengan kuliner kue tradisional Makassar, seperti pisang epe, pisang goreng, buroncong, dan onde-onde.
• Karyawan PT SMS Finance di Sulsel, Ramaikan Family Gathering di Toraja, Ini Kegiatan yang Dilakukan?
Sementara itu, lanjut dia ada juga Benteng Fort Rotterdam, adalah sebuah pusat sejarah sebagai simbol perjuangan masyarakat Makassar melawan penjajah dimasa silam.
Selain itu, ada juga Pantai Losari, Monumen Mandala, Museum Balaikota, Karebosi, dan kawasan kota tua (Pecinan) yang masih dihuni oleh masyarakat Tionghoa.
Ia menjelaskan, alasan sehingga dilakukan perlakuan khusus di obyek wisata, karena sektor ini beroperasi hingga 24 jam, pengunjung sili berganti datang untuk menghabiskan waktu dengan keluarga dan kerabat mereka.
• SPOILER! Ini Jalan Cerita Inception, Film Peraih Oscar Dibintangi Leonardo DiCaprio, Tayang Besok
Untuk menjaga kelestarian, Zulkifli membentuk Satgas Kecamatan yang juga bekerja 24 jam.
Mereka bertugas hanya untuk mengawasi para wisatawan atau masyarakat yang berkunjung di obyek wisata ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/a-zulkifly-nanda2.jpg)