Harga Tandan Buah Segar di Sulbar Kembali Naik
Kepala Dinas Perkebunan Sulbar Abdul Waris Bestari mengatakan harga TBS yang ditetapkan oleh tim penetapan pada bulan ini mengalami kenaikan
Penulis: Nurhadi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit November 2019 di Sulawesi Barat mengalami kenaikan.
Kepala Dinas Perkebunan Sulbar Abdul Waris Bestari mengatakan harga TBS yang ditetapkan oleh tim penetapan pada bulan ini mengalami kenaikan kisaran Rp 62 sen.
"Berdasarkan data penjualan CPO perusahaan yang hadir dalam penetapan hari ini. Maka kita tetapkan harga TBS sebesar Rp. 1.029,08 sesuai kesepakatan bersama baik itu dari petani, perusahaan dan pemerintah," kata Waris, Senin (11/11/2019).
Waris menyebutkan, harga rata-rata penjualan CPO perusahaan sebesar Rp. 5.591,63.
"Kalau harga rata-rata penjualan inti sawit sebesar Rp.2.470,89. Jadi ada kenaikan bulan ini,"ujarnya.
Mantan Sekertaris Dinas Pertanian itu menyampaikan dengan adanya pertemuan para perusahaan dan DPRD Sulbar terkait permasalahan permasalahan yang terjadi lahir beberapa kesepakatan.
"Diantaranya para tim penetapan harga TBS akan menghadap ke departemen Perkebunan RI. Atau kita akan undang datang ke Sulbar. Sehingga apa yang menjadi keluhan selama ini bisa dilihat pihak pusat,"tutur Waris.
Lanjut Waris, pada bulan ini tim penetapan harga TBS juga sepakat besaran indeks "K" yang disepakati bersama sebesar 77,50 persen.
"Mudah-mudahan ke depan ini selalu terbuka transparansi dalam setiap pelaksanaan penetapan. Semoga para perusahaan juga selalu terbuka untuk mengikuti prosedur yang sudah disepakati bersama,"ujarnya.
Harga Rendah, Petani di Luwu Utara Tebang Tanaman Sawit
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dianggap tak kunjung bersahabat dengan patani.
Alhasil petani mulai menebang tanaman sawit mereka, lalu mengganti dengan tanaman lain.
Setelah Karena Betrand Hubungan Ayu Ting Ting & Ruben Sahabat Igun Memanas Lagi, Soal Sarwendah
Lakpesdam NU Pinrang Dorong Moderasi Islam, Ini Tujuannya
Selama Operasi Zebra, Ada 350 Pelanggar Lalu Lintas Ditilang di Parepare
Prediksi Susunan Pemain Line Up Persib Bandung vs PSIS Semarang, Posisi 5 Besar di Depan Mata
Pejualan Tiket PSM Vs Kalteng Putra Masih Sepi, Djarre: Nyaris Tak Terdengar
Seperti yang dilakukan sejumlah petani di Desa Kalitata, Kecamatan Malangke Barat dan Desa Mukti Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan.
" Petani menebang sawit karena harganya rendah. Harga tidak cukup untuk membeli pupuk dan bayar tukang panen," kata Arwin, salah satu petani di Mukti Jaya, Selasa (5/11/2019).
Menurut dia, harga TBS pada tingkatan petani setahun terakhir hanya berkisar Rp 300-700 rupiah per kg.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rapat-penetapan345.jpg)