Halaman Kantor Gadis Luwu Utara Dimanfaatkan untuk Bertanam Hidroponik, Ini Manfaatnya
Program ini digagas Dinas Ketahanan Pangan (DKP), bersama Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Luwu Utara.
Penulis: Arif Fuddin Usman | Editor: Sudirman
" Petani menebang sawit karena harganya rendah. Harga tidak cukup untuk membeli pupuk dan bayar tukang panen," kata Arwin, salah satu petani di Mukti Jaya, Selasa (5/11/2019).
Menurut dia, harga TBS pada tingkatan petani setahun terakhir hanya berkisar Rp 300-700 rupiah per kg.
"Kami terpaksa beralih ke tanaman lain karena sulit mengharapkan sawit," terang Arwin.
Informasi yang dihimpun, harga TBS pada tingkatan pabrik di Luwu Utara saat ini Rp 831 per kg.
Naik dari bulan lalu yang hanya Rp 761 per kg.
"Kalau harga Rp 800 lebih di pabrik, paling di tingkatan petani sekitar Rp 600 saja. Itu masih rendah," paparnya. (*)
Laporan Wartawan TribunLutra.com, @chalik_mawardi_sp
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/halaman-kantor-gabungan-dinas-pemerintah-kabupaten-luwu-utara.jpg)