Peringatan Hari Sumpah Pemuda, XL Axiata Talkshow Bela Negara dari Desa Terpencil di NTT

Siaran acara bertema “SDM Pemuda Unggul, Indonesia Menang” itu merupakan bagian dari Program Bela Negara yang diinisiasi oleh Dewan Ketahanan Nasional

Peringatan Hari Sumpah Pemuda, XL Axiata Talkshow Bela Negara dari Desa Terpencil di NTT
handover
Memperingati Hari Sumpah Pemuda Senin 28 Oktober 2019, PT XL Axiata (Tbk) berpartisipasi pada acara khusus memperingati hari bersejarah tersebut yang disiarkan oleh Radio PPI Dunia, Senin (28/10/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019, PT XL Axiata (Tbk) berpartisipasi pada acara khusus memperingati hari bersejarah tersebut yang disiarkan oleh Radio PPI Dunia (28/10/2019).

Siaran acara bertema “SDM Pemuda Unggul, Indonesia Menang” itu merupakan bagian dari Program Bela Negara yang diinisiasi oleh Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas).

Siaran ini merupakan bagian dari kerjasama XL Axiata dengan Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Wantannas) dalam rangka mendukung pelaksanaan program Bela Negara.

Radio PPI Dunia sendiri merupakan radio berbasis internet yang diinisiasi dan dioperasikan oleh perkumpulan pelajar dan mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di berbagai belahan dunia.

Group Head East Region XL Axiata, Bambang Parikesit serta Head of Sustainability & Communication Services, Andy Satrio Yuddho menjadi narasumber mewakili XL Axiata, bersama, Anjak Rekon Ekonomi Kedeputian Polstra Wantannas, Kolonel Lek M.J Lumban Toruan.S.E, dan Anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia area Maumere, Ivan Pereira.

Wawancara dilakukan secara langsung dengan Skype dan menggunakan jaringan 4G dari XL Axiata dari Desa Aewora di pelosok Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Group Head East Region XL Axiata, Bambang Parikesit mengatakan sangat bangga atas kesempatan tersebut.

“Kami sangat bangga karena diberikan kesempatan oleh Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Wantannas) dan Radio PPI Dunia untuk ikut berpartisipasi dalam program siaran spesial ini. Di era digital sekarang ini, Bela Negara tentu kurang relevan jika langsung dikaitkan dengan perjuangan fisik dan angkat senjata saja. Di era yang serba digital ini, aktivitas Bela Negara bisa juga dilakukan dengan berbagai upaya yang pada pokoknya berorientasi untuk memperkuat nasionalisme. Dengan demikian maka aktivitas Bela Negara bisa dipahami dan dijalankan secara lebih fleksibel oleh berbagai komponen bangsa, terutama generasi muda,” tuturnya dalam rilis yang diberikan kepada Tribun Timur, Kamis (31/10/2019).

Ia menambahkan XL Axiata sebagai perusahaan telekomunikasi dan data digital sangat mendukung program Bela Negara yang dicanangkan oleh Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Wantannas).

Secara umum ada dua hal yang bisa kami kontribusikan, yaitu Layanan telekomunikasi dan data yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung program-program Bela Negara.

Jaringan dan layanan XL Axiata yang terus meluas ke berbagai daerah bisa dimanfaatkan untuk mengkomunikasikan dan mensosialisasikan pesan Bela Negara ke generasi era digital.

Dan yang kedua program-program tanggung jawab sosial XL Axiata yang berorientasi pada edukasi generasi muda bisa dimanfaatkan untuk memupuk visi Bela Negara.

XL Axiata memiliki program XL Future Leaders untuk Mahasiswa, XYLC untuk pelajar SMA/Madrasah Aliyah, Sisternet untuk ibu-ibu dan komunitas UKM, hingga ke Laut Nusantara untuk nelayan Indonesia

Untuk diketahui, Desa Aewora menjadi lokasi wawancara jarak jauh dengan XL Axiata karena pada hari yang sama, XL Axiata melakukan peresmian beroperasinya jaringan Universal Service Obligation (USO) di desa yang berjarak sekitar 92 km dari Ibukota Kabupaten Ende tersebut.

Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved