BNPB : Waspada Potensi Bahaya Saat Pergantian Musim Tiba
Pada akhir bulan Oktober ini, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa daerah, sudah memasuki musim hujan.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Ansar
Sementara beberapa daerah masih mengalami puncak musim kemarau sehingga kondisi lahan sangat kering dan mudah kebakaran.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Beberapa gunung di Pulau Jawa dan NTB juga mengalami kebakaran juga.
Sedangkan perkembangan terkait dengan bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung, BNPB mencatat selama Oktober 2019 sebagai berikut: 57 kali puting beliung menyebabkan 1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka, 462 mengungsi, 7.425 unit rumah rusak.
Dari jumlah rumah rusak tersebut, sebanyak 200 rusak berat (RB), 898 rusak sedang (RS) dan 6.327 rusak ringan (RR).
Sedangkan kerusakan pada fasilitas umum, sebanyak 37 fasilitas rusak yang mencakup 15 fasilitas pendidikan, 20 peribadatan dan 2 kesehatan.
Sejumlah kejadian puting beliung ini terjadi di Jawa Tengah 21, Jawa Barat 14, Aceh, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan 4, Sumatera Utara 3, Sumatera Barat masing-masing 2 kali, Banten, Di Yogyakarta, Kalimantan Barat dan Riau masing-masing 1 kali.
Pada kejadian tanah longsor, bencana terjadi 8 kali dan mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, 73 mengungsi.
Serta kerusakan pada 21 unit rumah (2 rusak berat), 10 RS, 9 rusak ringan), 3 fasilitas (1 Fasilitas pendidikan, 2 Fasilitas Peribadatan).
Tanah longsor terjadi di Jawa Barat 6 kali, Jawa Timur 1 dan Sumatera Utara 1 kali.
Sedangkan banjir, BNPB mencatat terjadi 7 kali banjir yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia, 285 mengungsi, 237 unit rumah terendam.
Banjir terjadi di Aceh 5 kali, Sumatera Barat 1 dan Sumatera Utara 1.
Dengan kondisi itu, Agus mengimbau kepada masyarakat agar membersihkan saluran air atau got, atau sungai agar tidak banjir saat hujan.
Kemudian dia meminta agar memangkas pohon yang rimbun agar tidak tumbang saat ada hujan dan angin kencang. Buat tampungan air hujan seperti embung dll, agar bisa dipakai pada saat musim kering.
Serta diminta untuk membuat sekat kanal di lagan gambut agar gambut selalu basah dan berair, untuk menghindari kebakaran di musim kering.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan (karthula) masih terjadi hingga pekan kelima September 2019. Data BNPB mencatat luas lahan terdampak karhutla mencapai 857.756 ha dari Januari hingga September 2019.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ramai-di-whatsapp-suhu-di-indonesia-capai-45-derajat.jpg)