VIDEO ILC Tadi Malam: Lewat Dahnil & Ngabalin, Said Didu Titip Pesan ini ke Prabowo dan Jokowi
ILC Tadi Malam: Lewat Dahnil & Ngabalin, Said Didu Titip Pesan ini ke Prabowo dan Jokowi
- Video ILC Tadi Malam: Lewat Dahnil Anzar & Ali Ngabalin, Said Didu Titip Pesan ini ke Prabowo dan Jokowi
TRIBUN-TIMUR.COM - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto untuk menunjukkan alasan keduanya bersatu adalah untuk menyejahterakan rakyat.
Seperti diketahui, Prabowo Subianto kini ditunjuk Jokowi untuk menjadi Menteri Pertahanan di kabinet baru.
Said Didu mengungkapkan, Jokowi dan Prabowo harus menunjukkan tujuan keduanya kini bergabung adalah untuk menyejahterakan rakyat, bukan demi kekuasaan.
Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Said Didu dalam acara 'Indonesia Lawyers Club', Selasa (22/10/2019).
Baca: Faizal Assegaf Sebut Gus Mus Takabur karena Dukung Susi Jadi Menteri Jokowi, ini Reaksi Pak Kiai
Baca: 5 FAKTA Franka Franklin, Istri Nadiem Makarim Eks Bos GoJek yang Kini Jadi Menteri Pendidikan
"Prabowo dan Jokowi harus menunjukkan bahwa memang mereka bergabung untuk menyiapkan sajian yang enak untuk rakyat, bukan berpesta kekuasaan," kata Said.
Ia lantas menyinggung tentang istilah 'Puasa' yang kerap digunakan untuk menggambarkan partai politik yang berada di luar pemerintahan.
"Tadi saya kurang setuju istilah puasa, karena seakan-akan politik ini kalau tidak dalam kekuasaan berpuasa, memang kalau di dalam itu banyak makanan?," tanya Said.
"Saya sudah 30 tahun sama saja, saya sudah di luar juga sama saja."
Said menambahkan, istilah 'Puasa' yang kerap digunakan itu dapat menimbulkan asumsi yang keliru di masyarakat.
"Istilah puasa kalau tidak masuk kekuasaan masyarakat memandang 'Oh kalian di dalam pesta-pesta?', istilah itu menurut saya dihilangkan," kata Said.
Said mengungkapkan partai politik di luar dan di dalam pemerintah memiliki hak yang sama, termasuk dari segi jumlah gaji.
"Di luar juga tidak berpuasa sebenarnya, sama saja, kan yang oposisi, yang tidak oposisi kan sama saja gajinya," imbuh Said.
"Enggak tahu kalau yang di dalam gajinya gede enggak juga kan Pak Fahri kan?," kata dia menambahkan.
Said lantas kembali membahas tentang bergabungnya Prabowo dalam kabinet baru Jokowi.