Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Suhu Panas Masih Landa Sulsel, BMKG Minta Warga Lakukan ini

Bahkan satu minggu kedepan masih ada potensi suhu terik di sekitar wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Ansar
Istimewa
Ramai di Whatsapp Suhu di Indonesia Capai 45 Derajat, Makassar 43 Derajat, Hoax atau Fakta? Suhu Ekstrim landa Indonesia 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis suhu udara di beberapa wilayah Indonesia pada siang hari terasa cukup terik.

Bahkan satu minggu kedepan masih ada potensi suhu terik di sekitar wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan.

Hal itu dibenarkan Kepala Stasiun Klimatologi Maros yang meliputi Wilayah Sulawesi dan Maluku, Hartanto saat dikonfirmasi Tribun.

Syahrul YL jadi Mentan, Ketua Korkom IMM Unsimuh: Sudah Pas

VIDEO: Sopir Asal Soppeng Protes saat Ditilang Satlantas Polres Maros

Kartu AS Dipegang Pacar, Gadis 16 Tahun Pasrah Dirudapaksa Pemuda 23 Tahun, yang Kedua Kali Apes

Dalam rilisnya, kondisi ini terjadi karena posisi semu matahari masih akan berlanjut ke selatan dan kondisi atmosfer yang masih cukup kering.

Sehingga potensi awan yang bisa menghalangi terik matahari juga sangat kecil pertumbuhannya.

Adapun persebaran suhu panas yang dominan berada di selatan Khatulistiwa, hal ini erat kaitannya dengan gerak semu Matahari.

Gerak smu matahari merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas, seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Misalnya September lalu Matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan Bumi selatan hingga bulan Desember.

Syahrul YL jadi Mentan, Ketua Korkom IMM Unsimuh: Sudah Pas

VIDEO: Sopir Asal Soppeng Protes saat Ditilang Satlantas Polres Maros

Kartu AS Dipegang Pacar, Gadis 16 Tahun Pasrah Dirudapaksa Pemuda 23 Tahun, yang Kedua Kali Apes

Sehingga pada bulan Oktober ini, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian Selatan (Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dsb).

"Kondisi ini menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak, sehingga akan meningkatkan suhu udara pada siang hari," sebutnya.

Selain itu pantauan BMKG dalam dua hari terakhir, atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan relatif kering, sehingga sangat menghambat pertumbuhan awan yang bisa berfungsi menghalangi panas terik matahari.

Minimnya tutupan awan ini kata dia akan mendukung pemanasan permukaan yang kemudian berdampak pada meningkatnya suhu udara.

Dengan kondisi ini, BMKG juga mengimbau yang terdampak suhu udara panas untuk minum air cukup untuk menghindari dehidrasi.

Ia juga meminta warga mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari jika beraktivitas di luar ruangan.

Serta meminta masyarakar mewaspadai aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi karhutla.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved