Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PMII Komisariat Prof Muiz Kabry STKIP DDI Pinrang Galang Dana untuk Uswatul Hasanah

PMII Komisariat Prof Muiz Kabry STKIP DDI Pinrang Galang Dana untuk Uswatul Hasanah

Penulis: Hery Syahrullah | Editor: Suryana Anas
Citizen / Rizal
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PMII Komisariat Prof KH Muiz Kabry STKIP DDI Pinrang menggelar aksi galang dana untuk Uswatul Hasanah (15). 

PMII Komisariat Prof Muiz Kabry STKIP DDI Pinrang Galang Dana untuk Uswatul Hasanah

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PMII Komisariat Prof KH Muiz Kabry STKIP DDI Pinrang menggelar aksi galang dana untuk Uswatul Hasanah (15).

Uswatul Hasanah adalah penderita penyakit lumpuh layu asal Kelurahan Temmassarangnge, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang.

Aksi sosial itu digelar di depan Mal Sejahtera, Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.

Baca: Prabowo Subianto Menteri Pertahanan? Posisi Edhy Prabowo, Nadiem Makarim, Nadiem Makarim, Mahfud MD

Baca: Jadwal Pekan Ketiga Liga Champions - Madrid dan Inter Wajib Menang! Klasemen dan Siaran Langsung

Baca: Korban Tabrakan Tambora Dipulangkan ke Rumah, Tagih Janji Kapolda Sulsel Merawatnya Hingga Sembuh

"Setelah foto kondisi Uswatul Hasanah viral di medsos, kami langsung bergerak mencari informasi. Hingga memutuskan untuk galang dana," kata Ketua PMII Komisariat Prof KH Muiz Kabry STKIP DDI Pinrang, Lely Dhamayanty dalam rilis yang diterima TribunPinrang.com, Selasa (22/10/2019).

Ia menyebutkan, pihaknya berinisiatif menggalang dana untuk Uswatul Hasanah lantaran mengetahui bahwa ia berasal dari keluarga kurang mampu.

"Di sisi lain, kegiatan semacam ini memang selalu kita agendakan ketika ada dari saudara, kerabat dan masyarakat Pinrang yang harus kita bantu bersama," ucap Lely.

Menurutnya, aksi galang dana itu turut disambut antusias oleh masyarakat Kabupaten Pinrang yang lalu lalang di area kegiatan.

"Ada yang memberi bantuan langsung, banyak juga yang minta alamat rumah Uswatul Hasanah," papar Lely.

Informasi yang dihimpun TribunPinrang.com, Uswatul Hasanah mengalami lumpuh sejak kecil dan tak pernah merasakan bangku sekolah.

Meski demikian, ia pandai membaca dan memiliki tekad kuat untuk menjadi dokter.

Atas dasar itu, pihak keluarganya pun sangat berharap agar Uswatul Hasanah bisa segera sembuh dan beraktifitas sebagai mana laiknya anak-anak seumurannya.

Gita, Penderita Lumpuh Layu di Luwu Sudah Masuk Penerima PKH dan BPJS

Gita (19) gadis asal Dusun Tambunan, Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Luwu, puluhan tahun menderita penyakit lumpuh layu sudah memiliki bantuan.

Hal tersebut diutarakan Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Luwu, Asmawi Alwi, saat ditemui di Belopa, Luwu, Rabu (13/2/2019).

Bantuan yang diterima keluarga Gita berupa Program Keluarga Harapan (PKH), dan BPJS KIS dari Pemerintah.

Gita (19) warga Dusun Tambunan, Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Luwu, menderita lumpuh layu sejak lahir.
Gita (19) warga Dusun Tambunan, Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Luwu, menderita lumpuh layu sejak lahir. (Grup WhatsApp Info Luwu Raya)

Baca: Besok Pendaftaran SNMPTN 2019 Ditutup, Segera Daftar di snmptn.ac.id, Berapa Kuota Unhas dan UNM?

Baca: Silahkan Buat Akun SSP3K di ssp3k.bkn.go.id untuk Daftar PPPK Tahap I, Pakai Browser Laptop/PC !

Baca: Insiden Lion Air JT-780, AirNav Makassar; Ada Kendala Teknis

"Keluarga ini sudah masuk sebagai penerima PKH. Dia juga sudah punya BPJS KIS, cuman tidak pernah berobat ke puskesmas," ujarnya kepada TribunLuwu.com,

Dinsos Luwu juga telah pengusulkan Gita ke pusat sebagai untuk menerima bantuan.

Karena Gita termasuk penyandang cacat berat.

"Kami juga sudah mengusulkan ke pusat untuk menerima bantuan. Karena dia (Gita) termasuk penyandang cacat berat," tuturnya.

Kategori penyandang cacat berat karena hanya bisa beraktivitas debgan bantuan orang lain.

Sebelumnya, Gita menderita penyakit lumpuh layu sejak lahir.

Dan hanya bisa berbaring di tempat tidur karena tak dapat berjalan.

Salah seorang warga, Irfan menuturkan, jika baru-baru ini ayah Gita meninggal dunia karena sakit.

Gita merupakan anak pertama dari empat bersaudara.

Dan kini ibunya lah yang menjadi tulang punggung keluarga.

"Saat ini yang menjadi tulang punggung adalah ibunya. Kondisi ekonomi keluarga ini sangat memprihatinkan," kata Irfan, Senin (11/2/2019).

Dia berharap pemerintah setempat memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu tersebut.

Dan juga mengharap para dermawan untuk membantu pengobatan Gita.

(TribunPinrang.com)

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, @herysyahrullah

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved