Operasi Zebra 2019 di Kabupaten Wajo, 8 Pelanggaran Diincar Polisi
Sehari jelang operasi, Satuan Lalu Lintas Polres Wajo menggelar sosialisasi terhadap pengguna jalan di simpang enam tugu BNI, Sengkang, Kabupaten Wajo
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Ansar
TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Operasi Zebra 2019 akan digelar serentak di Indonesia selama 14 hari. Dimulai pada 23 Oktober 2019 besok, hingga 5 November 2019 mendatang.
Sehari jelang operasi, Satuan Lalu Lintas Polres Wajo menggelar sosialisasi terhadap pengguna jalan di simpang enam tugu BNI, Sengkang, Kabupaten Wajo, Selasa (22/10/2019) sore.
Pada Operasi Zebra 2019, polisi akan lebih banyak melakukan penindakan ketimbangan preventif.
Bupati Mamasa Larang Warga Bakar Hutan, Ancamannya?
Jokowi-Maruf Resmi Dilantik, Ini Harapan Bupati Mamasa
Maju di Pilkades, Ketua Nasdem Majene Lawan Incumbent di Desa Lalattedzong
"Persentasenya yakni, delapan puluh persen penindakan dan dua puluh persen sisanha itu kita lakukan tindakan preemtif dan preventif," kata Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Muhammad Yusuf.
Ada 8 jenis pelanggar yabg bakalan menjadi incaran polisi lalu lintas pada operasi tersebut.
Yakni, bagi pengendara yang tak melengkapi kendaraan maupun surat-suratnya.
"Yang pertama itu kelengkapan kendaraan, mulai dari SIM STNK, dan lainnya, serta tujuh pelanggaran pokok yang potensi kecelakaan lalu lintas," katanya.
Tujuh pelanggaran potensi kecelakaan lalu lintas tersebut adalah, tidak menggunakan helm SNI, melawan arus.
Berkendara dalam keadaan mabuk, menggunakan ponsel, melebihi kecepatak maksimal, tak menggunakan safety belt bagi roda empat, dan pengendara anak di bawah umur.
"Bahwa pelanggaran lalu lintas adalah awal dari k
Bupati Mamasa Larang Warga Bakar Hutan, Ancamannya?
Jokowi-Maruf Resmi Dilantik, Ini Harapan Bupati Mamasa
Maju di Pilkades, Ketua Nasdem Majene Lawan Incumbent di Desa Lalattedzong
ecelakaan lalu lintas," kata mantan Kasat Lantas Polres Bone tersebut.
Lebih lanjut, dirinya berharap masyarakat sadar dan menghindari pelanggaran lalu lintas agar mengurangi fatalitas kecelkaan.
Mengingat, kecelakaan lalu lintas adalah faktor kematian terbesar kedua di Indonesia.
"Kecelakaan lalu lintas adalah faktor terbesar kelima penyebab kematian di dunia, sementara di Indonesia laka lantas adalah penyumbang kematian nomor dua, itu data tahun 2018," katanya. (TribunWajo.com)
Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/polres-wajo-akp-muhammad-yusuf.jpg)