Bupati Mamasa Larang Warga Bakar Hutan, Ancamannya?
Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat kembali dilanda musim kemarau sejak pekan lalu.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Ansar
TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat kembali dilanda musim kemarau sejak beberapa pekan lalu.
Kemarau kembali dirasakan warga kurang lebih enam hari lalu.
Setelah berjalan enam hari, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pun kembali terjadi di beberapa titik.
Dengan kondisi yang kekeringan, hutan dan lahan warga begitu mudah mengalami kebakaran.
Jokowi-Maruf Resmi Dilantik, Ini Harapan Bupati Mamasa
Maju di Pilkades, Ketua Nasdem Majene Lawan Incumbent di Desa Lalattedzong
Lebih Leluasa Berselancar di Sosial Media Lewat Paket Data OMG Telkomsel
Bahkan sejak dua hari ini, kebakaran terjadi di beberapa titik dengan menghanguskan puluhan hektar lahan.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, namun kebanyakan dipicu keinginan masyarakat membuka lahan pertanian.
Menanggapi hal itu, Bupati Mamasa H Ramlan Badawi mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan.
Jokowi-Maruf Resmi Dilantik, Ini Harapan Bupati Mamasa
Maju di Pilkades, Ketua Nasdem Majene Lawan Incumbent di Desa Lalattedzong
Lebih Leluasa Berselancar di Sosial Media Lewat Paket Data OMG Telkomsel
"Saya mengimbau keras kepada seluruh elemen masyrakat untuk tidak membakar hutan," imbuhnya, Selasa (22/10/2019) siang tadi.
Menurut Ramlan, membakar hutan itu dilarang dan jika kedapatan maka sanksinya berat.
Apa lagi saat ini musim kemarau, dikhawatirkan berdampak buruk bagi hutan pinus yang ada di sekitat pemukiman warga.
"Mari kita cintai daerah kita dengan tidak membakar, dan bersama-sama mencegah kebakaran hutan," pintanya menutup wawancara.
Laporan wartawan @sammy_rexta
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bupati-mamasa-ha-ramlan-badawi-selasa-22102019.jpg)