LaKopi Hadirkan Fing Space, Ruang Serbaguna dengan Sentuhan Visual Art Modern
"Juga merupakan bahasa populer di Singapura yang artinya ‘ayo pergi la kopi’ atau ‘ayo pergi la teh,’. Itu berarti ayo nongkrong,”
Penulis: Muh. Abdiwan | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM MAKASSAR - Salah satu cafe yang menjadi tempat nongkrong kaum millenials di Jl Letjen Hertasning, LaKopi terus berinovasi menghadirkan pelayanan maksimal untuk pelanggannya.
LaKopi selain dikenal dalam Bahasa Singapura yaitu mengaduk kopi.
"Juga merupakan bahasa populer di Singapura yang artinya ‘ayo pergi la kopi’ atau ‘ayo pergi la teh,’. Itu berarti ayo nongkrong,” ungkap Faddy Kue, selaku owner dari Fing Group.
VIDEO; Intip Menu Tradisional M Regency Makassar, Ada Songkolo hingga Taripang
RAMALAN ZODIAK CINTA MINGGU 20 Oktober 2019: Taurus Jengkel dan Leo Berantem dengan Mantan
Disebut Tidak Profesional Tangani Kekerasan Tiga Jurnalis, Polda Sulsel Diindikasi Gantung Kasus
Menu yang disajikan dari LaKopi tidak hanya khas dengan perpaduan robusta dan Arabica, tapi juga kental dengan citarasa lokal yang menggunakan biji kopi asli toraja.
Jadi LaKopi memang telah berkomitmen untuk selalu menggunakan bahan-bahan alami dalam setiap penyajian produk ke customer.
Tidak hanya penyajian kopi yang tradisional, tapi menu makanan yang disajikan pun konsisten disajikan dengan tema tradisional, mulai dari Sop Ubi hingga cemilan-cemilan khas Makassar yang menemani secangkir LaKopi.
Konsistensi mengusung tema ‘cita rasa tradisional’ ala LaKopi ini tidak hanya sampai pada penyajian makanan, tapi juga pada tampilan desain interior yang menampilkan nuansa tradisional dalam keseluruhan konsep .'
Hal itu menjadikannya salah satu Unique Selling Point LaKopi, sehingga memberikan LaKopi keunggulan sebagai tempat nongkrong tradisional yang dinamis.
VIDEO; Intip Menu Tradisional M Regency Makassar, Ada Songkolo hingga Taripang
RAMALAN ZODIAK CINTA MINGGU 20 Oktober 2019: Taurus Jengkel dan Leo Berantem dengan Mantan
Disebut Tidak Profesional Tangani Kekerasan Tiga Jurnalis, Polda Sulsel Diindikasi Gantung Kasus
Namun, LaKopi tidak hanya berhenti pada nuansa tradisionalnya yang khas tapi juga ingin memberikan nuansa baru tanpa mengurangi karakteristiknya yang autentik.
Yaitu dengan menghadirkan ‘Fing Space’ yang merupakan sisi idealisme dari Sang Owner, Faddy dan Ingrid
mengenai seni yang didirikan pada September 2019.
Project ‘Fing Space’ ini juga didukung penuh oleh Prolog Academy yang ikut andil dalam proses pembuatan ‘Fing Space’ itu sendiri.
“Fing Space dibuat untuk menjadi media bagi komunitas seni di Makassar sekaligus menjadi ruang bagi komunitas seni untuk mengeksplor kreatifitasnya melalui lukisan, seni visual dan audio," ungkap Ingrid Mattualy, yang juga sebagai salah satu owner dari Fing Group.
"Serta tarian yang masih dikombinasikan dengan unsur tradisional melalui LaKopi dengan kopi dan sajian asli dalam lingkungan seni visual modern untuk membawa mood costumer into the next level," lanjut dia.
Fing Space sangat berguna untuk galeri seni dan pameran, workshop, konferensi pers, klinik pelatihan film dan audio, photography, gig dan pesta ulang tahun yang bisa menampung maksimum 100 orang.
Selain itu, tersedia juga Art Jamming Class diperuntukkan bagi anak-anak dari usia 5 sampai 15 tahun juga bagi orang dewasa dan professional, freestyle painting, drama musical, storytelling (how to be a storyteller), movie workshop.