Disebut Tidak Profesional Tangani Kekerasan Tiga Jurnalis, Polda Sulsel Diindikasi 'Gantung' Kasus

Pasalnya, kasus kekerasan terhadap tiga jurnalis Makassar yang dilakukan anggota Polri, seperti akan digantung pihak Polda.

Disebut Tidak Profesional Tangani Kekerasan Tiga Jurnalis, Polda Sulsel Diindikasi 'Gantung' Kasus
darul/tribuntimur.com
Staf LBH Pers Firmansyah menilai Polda sebagai lembaga penegakan hukum tidak semestinya mengeluarkan larangan itu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar, menilai Polda Sulsel tidak profesional pada kasus kekerasan jurnalis.

Pasalnya, kasus kekerasan terhadap tiga jurnalis Makassar yang dilakukan anggota Polri, seperti akan digantung pihak Polda.

Hal ini menurut salah satu tim hukum LBH, Firmansyah terkait dengan keterangan dari Direskrimum Polda, Kombes Andi Indra.

Diberitakan tribun Kombes Andi sebutkan, proses pidana terhadap tiga anggota Polri menunggu dari pemeriksaan Bid Propam.

 IAI Asadiyah Sengkang Gelar Wisuda dan Milad ke-55, Dapat Apresiasi Legislator Perempuan Sulsel

Basarnas Masih Cari Nelayan Hilang Asal Desa Baruga Bantaeng

Kagetnya Moses Bangun Tidur Mau Pipis, Alat Kelamin Sudah Hilang, Kisah di Baliknya Mengerikan

Sementara surat dikeluarkan Bid Propam yang ditandatangani Kabid Propam Polda, Kombes Hotman Sirait. Malah sebaliknya.

Untuk itu, kata Firmansyah, seharunya tim Polda Sulsel tugasnya polisi menegakkan hukum, dan memberi kepastian hukum.

"Tapi ini kenapa saling lempar tanggung jawabnya," kata Firmansyah kepada tribun timur Makassar, Sabtu (19/10/2019) siang.

Melihat kasus ini, Firmansyah mengatakan Polda Sulsel sangat tidak pantas bersikap tidak jelas, sebagai Polri yang profesional.

Dia, Firmamsyah pun memberikan contoh soal tim Polda Sulawesi Tenggara (Sultra). Terkait peristiwa kematian mahasiswa.

IAI Asadiyah Sengkang Gelar Wisuda dan Milad ke-55, Dapat Apresiasi Legislator Perempuan Sulsel

Basarnas Masih Cari Nelayan Hilang Asal Desa Baruga Bantaeng

Kagetnya Moses Bangun Tidur Mau Pipis, Alat Kelamin Sudah Hilang, Kisah di Baliknya Mengerikan

"Disana (Polda Sultra) tidak lagi menunggu proses pidananya, tapi tetap di lanjutkan proses sidang etik," ungkap Firmansyah.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved