Bupati Luwu Timur Minta Aktivitas Timbang Gabah Tidak Lewat Pukul 18.00, Ini Alasannya

Tujuannya guna memaksimalkan pengawasan penjualan gabah petani ke pengusaha.

Bupati Luwu Timur Minta Aktivitas Timbang Gabah Tidak Lewat Pukul 18.00, Ini Alasannya
Ivan
Bupati Luwu Timur, Thorig Husler 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Bupati Luwu Timur Thorig Husler, meminta dinas pertanian membentuk tim pengawas pasca panen di setiap kecamatan.

Tujuannya guna memaksimalkan pengawasan penjualan gabah petani ke pengusaha.

Dalam waktu dekat, Luwu Timur memasuki masa panen tahun ini.

CoE Bersama Fakultas Pertanian Unhas Gelar Pelatihan Penakaran Benih Padi

Anggota DPR RI Ini Jenguk Pasien di RSUD Mamuju

Tiket Laga PSM Vs Persija Ditutup Minus Sejam Jelang Kick-Off

"Pengalaman-pengalaman lalu harga dimainkan, terjadi perbedaan harga antara wilayah satu dengan wilayah lainnya," kata Husler kepada TribunLutim.com, Sabtu (19/10/2019).

"Saya minta agar diputuskan keseragaman harga jual untuk gabah petani," imbuh Husler.

Husler mengatakan, selama ini petani selalu mengeluh karena mereka dirugikan terkait harga jual pasca panen.

"Saya instruksikan pihak terkait agar melakukan rapat bersama dinas pertanian, Gapoktan, pengusaha dengan melibatkan koramil perihal pengawasan," katanya.

Husler menemukan permainan harga kerap dialami petani.

Iqbal Suhaeb Minta Warga Jaga Infrastruktur dan Alat RISE

Dilaporkan Hilang Saat Melaut, Iman Nelayan di Bantaeng Akhirnya Ditemukan

Ini Dilakukan Polda Sulbar Sehari Jelang Pelantikan Presiden

Selain itu, ditambah lagi petani dirugikan dalam hal timbangan.

"Banyak pengusaha yang kedapatan melakukan timbangan pada malam hari," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved