Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dosen UNM Jadi Penyaji pada Konferensi Internasional di Surabaya

Risma Niswaty menyajikan artikel yang berjudul Improving Quality of LLDIKTI Area X Services in Facing Industrial Era 4.0.

Tayang:
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Syamsul Bahri
Dok. Risma Niswaty
Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar, Risma Niswaty 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar, Risma Niswaty menjadi salah satu penyaji dalam International Conference on Social Science 2019.

Konferensi ini berlangsung 17 hingga 19 Oktober 2019 di Sheraton Surabaya Hotel and Towers, Jawa Timur.

Ternyata Ini Alasan Ustadz Abdul Somad Mundur PNS

Jalan Santai Bersama Alumni Dokter UMI Dapat Dukungan dari Walikota Makassar

Deng Ical Cerita Jamuan Kopi NA Hingga Pisang Goreng di Rujab Gubernur Sulsel

Lobi Bankir Cantik, Aksa Mahmud Sotta Tanya Kabar Anak dan Suami, Beginimi Jadinya!

Jumari Berhubungan Badan Sebelum Bunuh Pacar dan Masukkan Dalam Karung, Alasannya karena Oli

Risma Niswaty menyajikan artikel yang berjudul Improving Quality of LLDIKTI Area X Services in Facing Industrial Era 4.0.

Selain menjadi penyaji, Risma Niswaty juga ditugaskan menjadi moderator untuk parallel session yang berlangsung di ruang Singasari, Sheraton Hotel Surabaya.

Parallel session ini dihadiri oleh kurang lebih 600-an peserta dari berbagai perguruan tinggi.

" Jadi kegiatan konferensi ini adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Konsorsium beberapa perguruan tinggi," katanya dalam rilis yang diterima Tribun, Jumat (18/10/2019).

Konsorsium beberapa perguruan tinggi itu tergabung dalam konsorsium International Joint Conference on Science and Technology (IJCST).

Di tahun 2019 ini, tema yang diusung adalah "Industrial Revolution 4.0: The Opportunities and Challenges in Elevating Local Resources Contribute to Develop A Better World".

Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar, Risma Niswaty
Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar, Risma Niswaty (Dok. Risma Niswaty)

Keynotespeaker dalam konferensi ini adalah Prof.Nobuo Funabiki, dari Okayama University, Japan.

Kedua Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc. Director General of Institutions of Science, Technology and Higher Education at the Ministry of Research, Technology and Higher Education.

Tahun 2020 dijadwalkan Universitas Negeri Makassar akan menjadi tuan rumah pelaksanaan IJCST. (*)

Tingkatkan Partisipasi Pemilih Milenial, KPU Makassar Perkenalkan Rumah Pintar di Kampus Unhas

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar terus menggalakan sosialisasi partisipasi untuk Pemilihan Wali Kota pada 2020 mendatang. Salah satunya adalah menggaet kaum milenial.

Menurut Komisioner KPU Makassar Endang Sari pada saat ini jumlah pemilih milenial di Makassar 328 ribu berdasar daftar pemilih tetap (DPT) 2019 lalu.

Jumlah pemilih milinial itu diperoleh KPU dar klasifikasi usia 30 tahun kebawah. KPU memastikan angkat itu akan terus mengalami peningkatan.

"Sebenarnya jumlah pemilih millenial lebih besar dari ini bila kita merujuk pada klasifikasi generasi menurut David Stillman bahwa yang dikatakan generasi Millenial atau Gen Y adalah mereka yang lahir dari tahun 1980," ujar Endang.

Endang mengatakan untuk meningkatkan partipasi pemilu, khususnya kalangan milenial dengan cara memaksimalkan rumah pintar pemilu.

Rumah pintar pemilu adalah sarana untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan inspirasi masyarakat terkait urgensi Pemilu dan demokrasi.

Pada RPP, berbagai program pendidikan pemilih bisa dilakukan dan juga bisa menjadi wadah bagi komunitas pegiat pemilu untuk sama-sama mengawal proses demokrasi.

KPU berencana Kamis 16 Oktober 2019 besok mulai memperkenalkan Rumah pintar pemilu pada mahasiswa baru di Kampus Universitas Hasanuddin.

"Sebagai tahap awal kami akan memaksimalkan rumah pintar pemilu KPU Makassar," kata Endang Sari kepada Tribun, Rabu (16/10/2019).

Tujuanya untuk melakukan edukasi politik dan kepemiluan kepada pemilih pemula. Caranya dengan mendatangi langsung tempat mereka berkumpul.

"Misalnya di kampus, sekolah dan tempat tempat keramaian lainnya. Selain tentu saja tetap memfasilitasi mereka yang ingin belajar langsung tentang kepemiluan di kantor," sebutnya.

Tak hanya itu, KPU juga akan memassifkan sosialisasi dengan menggunakan beragam varian cara. Misalnya lewat tatap muka, info grafis, video pendek, dan berbagai event yang khas generasi millenial.

Mengenai anggaranya yang akan digunakan, Endang menyampaikan belum pilah detailnya karena target sosialisasi bukan hanya menyasar basis pemilih pemula saja.

KPU uga menyasar basis pemilih strategis yg lain seperti perempuan, komunitas, disabilitas, pemuda, agama, dan lain lain. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved