CITIZEN REPORT

Soppeng, Luwu, Wajo, Bone, dan Takalar Masuk Daerah Marak Pernikahan Anak, Fatayat NU Turun Tangan

Berdasarkan data Komnas Perempuan, Sulsel berada peringkat 12 se-Indonesia. Daerah yang tinggi pernikahan anak adalah Soppeng, Luwu, wajo,

Soppeng, Luwu, Wajo, Bone, dan Takalar Masuk Daerah Marak Pernikahan Anak, Fatayat NU Turun Tangan
Dokumen Fatayat NU Sulsel
Kakanwil Kemenag Sulsel Anwar Abubakar bersama Fatayat NU Sulsel sosialisasi cegah pernikahan anak di Soppeng 

Mardiana Rusli
Pengurus PW Fatayat NU Sulsel
Melaporkan dari Kabupaten Soppeng

MARAKNYA pernikahan anak di beberapa daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) mendorong organisasi masyarakat PW Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel gencar melakukan sosialisasi cegah perkawinan anak.

Berdasarkan data Komnas Perempuan, Sulsel berada diperingkat 12 se-Indonesia.

Daerah yang tinggi pernikahan anak adalah Soppeng, Luwu, wajo, Bone dan Takalar.

Bersama Kanwil Kementerian Agama Provinisi Sulsel, PW Fatayat NU melakukan sosialisasi di depan penyuluh agama di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Rabu (16/10/2019) lalu. 

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Anwar Abubakar mengatakan, tingginya tingkat penceraian di Sulsel salah satu penyebabnya adalah pernikahan anak yang belum siap dari segi kematangan usia dan pendidikan.

Menurutnya, ada berbagai dampak yang muncul jika pernikahan dilakukan sejak dini. Selain masalah kesehatan alat reproduksi yang belum matang, hal lainya adalah rentan terhadap kematian ibu dan bayi.

Diterpa Gosip Miring, Ini Curhat Aktris Kelahiran Makassar Maya Rumantir

Tiga Hari Dua Malam, Emak-emak 93 Smanli Makassar Jelajahi Toraja-Enrekang

Juga masalah lahir dan tumbuhnya anak yang stunting. Perkawinan yang dilakukan secara dini juga akan berdampak secara psikologis, sosial dan berkontribusi terhadap tingginya angka perceraian di Sulsel.

“Ketidaksiapan mental dan psikologis anak menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga akan memberikan efek psikis. Belum lagi dampak lain kesehatan bahkan dampak sosial”, kata Anwar.

Ketua Fatayat NU Sulsel Nurul Ulfah mengatakan Kabupaten Soppeng adalah daerah yang disasar pertama untuk roadshow cegah pernikahan anak. Daerah yang pertama adalah daerah yang tinggi angka pernikahan anaknya.

‘”Kita membagi pengetahuan dan mengadvokasi terhadap pentingan hak-hak anak dan perempuan. Selain itu, program cegah pernikahan dini juga sangat mendukung gerakan cegah stunting, “ papar Ulfa.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi yang berdampak pada gagal tumbuh anak dari standar usia normal. (*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved