Mengenal Fenomena Cyber Bullying hingga Bisa Mendorong Seseorang Nekat Bunuh Diri

Mengenal Fenomena Cyberbullying hingga Bisa Mendorong Seseorang Nekat Bunuh Diri

Mengenal Fenomena Cyber Bullying hingga Bisa Mendorong Seseorang Nekat Bunuh Diri
KOMPAS.com/LAKSONO HARI W
Mengenal Fenomena Cyberbullying hingga Bisa Mendorong Seseorang Nekat Bunuh Diri 

Mirisnya, hal ini tidak hanya menimpa korbannya saja, tapi juga berlaku pada sang pelaku kekerasan di dunia maya.

Dilansir dari laman Science Daily, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Profesor Ann John dari Swansea University Medical School, bekerja sama dengan para peneliti dari Oxford University dan Birmingham University, melakukan penelitian pada 150.000 anak muda di 30 negara.

Penelitian tersebut menyoroti bahaya Cyber Bullying, baik pada pelaku dan korban, yang biasanya terjadi pada anak-anak muda di bawah 25 tahun.

Hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of Medical Internet Research, menyatakan bahwa anak-anak muda yang menjadi korban kekerasan di media sosial lebih rentan untuk menyakiti diri sendiri hingga melakukan aksi bunuh diri.

Sementara mereka yang berperan sebagai pelaku, 20 persen berisiko lebih tinggi memiliki pikiran untuk bunuh diri bahkan mencoba melakukan bunuh diri.

5 Fakta Persamaan Meningalnya Artis Sulli & Jonghyun SHINee, Bunuh Diri Gegara Depresi: Duka Idol
5 Fakta Persamaan Meningalnya Artis Sulli & Jonghyun SHINee, Bunuh Diri Gegara Depresi: Duka Idol (Sulli dan Jonghyun (instagram @jonghyunphotos))

Sebagian besar anak-anak muda yang menjadi pelaku dan korban penindasan di media sosia, tidak benar-benar mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Dikatakan Paul Montgomery, profesor dari Birmingham University, orang-orang yang terlibat dalam kasus kekerasan di media sosial pada dasarnya memiliki masalah traumatis yang hampir sama.

Itu yang biasanya memotivasi para pelaku tindak kekerasan di dunia maya.

Pada awalnya, seorang remaja yang menjadi korban Cyber Bullying akan mengalami gangguan emosional dan fisik yang cukup parah.

Meliputi masalah emosional, perilaku, kesulitan dalam berkonsentrasi, serta sulit untuk bergaul dengan teman sebaya.

Halaman
1234
Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved