Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Panen Perdana Talas Satoimo di Maros

Liestiaty mengatakan, budidaya talas Satoimo atau yang dikenal juga dengan talas Jepang tersebut, merupakan salah satu program yang digalakkan Pemprov

Penulis: Amiruddin | Editor: Sudirman
amiruddin
Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Liestiaty F Nurdin, melakukan panen perdana Talas Satoimo, di Kabupaten Maros, Kamis (17/10/2019) sore. 

TRIBUN-MAROS.COM, TOMPOBULU - Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Liestiaty F Nurdin, melakukan panen perdana Talas Satoimo, di Kabupaten Maros, Kamis (17/10/2019) sore.

Tepatnya di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Maros.

Liestiaty mengatakan, budidaya talas Satoimo atau yang dikenal juga dengan talas Jepang tersebut, merupakan salah satu program yang digalakkan Pemprov Sulsel.

Sosok Nico Po Miliarder Baru Indonesia Setelah Sahamnya Melonjak, Kini Punya Aset Rp 50,81 Triliun

Puluhan Kendaraan Terjaring Operasi Satlantas Polres Jeneponto di Poros Jeneponto-Makassar

Kemenpan RB Apresiasi Pengelolaan Informasi Publik Pemkab Gowa

 

Apalagi talas tersebut kata dia, memilki banyak manfaat.

"Selain kandungan proteinnya tinggi, talas satoimo juga mengandung kolegen, yang baik untuk kulit," kata Liestiaty F Nurdin, kepada tribun-maros.com.

Istri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tersebut, juga menyebut talas satoimo termasuk komoditi yang bisa mencegah penyakit kanker.

Saat ini, kata dia, talas satoimo telah dikembangkan pada sepuluh daerah lainnya di Sulsel.

Seperti Maros, Bantaeng, Pinrang, Sinjai dan lainnya.

"Rasanya enak sekali, bahkan mungkin lebih enak dari kentang," ujarnya.

Kemenpan RB Apresiasi Pengelolaan Informasi Publik Pemkab Gowa

Berjalan 2 Bulan Pascadilantik Anggota DPRD Mamasa Mulai Gadai SK di Bank

75 Petani Prasejahtera di Barru Terima Bantuan Mesin Cultivator

Bukan hanya itu, talas satoimo juga sangat dibutuhkan Jepang.

Sehingga kata dia, itu merupakan salah satu peluang yang bagus, jika dimaksimalkan oleh petani di Sulsel.

Talas satoimo atau yang dikenal juga dengan talas Jepang tersebut, dikelola oleh Kelompok Tani Harapan Jaya.

Kelompok tani tersebut memiliki anggota sebanyak 25 orang, yang memelihara talas tersebut setiap hari.

Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya, M Bakri, mengatakan talas satoimo tersebut diketahui bernilai ekspor tinggi.

Makanya, kata dia, petani di Maros juga turut membudidayakan talas satoimo tersebut.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved