Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Indeks Ketahanan Pangan Indonesia Meningkat Tajam

Melansir data The Economist Intelligence Unit (EIU), capaian Indeks ketahanan pangan Indonesia menuai hasil yang luar biasa.

Tayang:
Editor: Ansar
Kementan RI
Indeks Ketahanan Pangan Indonesia Meningkat Tajam 

Selama 5 tahun ini terlihat kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP).

Bahkan NTP bulan September 2019 tercatat 103,88, padahal Mei 2015 hanya 100,02.

"NTP dan NTUP umumnya digunakan sebagai indikator untuk melihat membaiknya daya beli atau kesejahteraan petani. Peningkatan dua item tersebut menandakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, daya beli dan kesejahteraan petani terus membaik," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Ketut Kariyasa mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor pangan.

Seperti pengembangan lahan suboptimal, pemberian bantuan sarana dan prasarana pertanian untuk petani, serta program upaya khusus (Upsus) Padi, Jagung, dan Kedelai.

Menurut Ketut, kerja keras yang dibangun selama ini pun telah berhasil meningkatkan produksi pangan dalam negeri yang berdampak langsung pada menurunnya inflasi secara drastis.

Penurunan ini bisa dilihat melalui data 2014, tercatat 10,57 persen. Tahun 2017 angkanya turun fantastis menjadi 1,26 persen dan menjadi inflasi terendah dalam sejarah Indonesia.

“Pada bulan September tahun ini Indonesia bahkan mengalami deflasi bahan makanan sebesar 1,97 persen dan pada bulan Agustus 2019 kelompok pangan mengalami deflasi 0,19 persen. Ini membuktikan bahwa pasokan atau produksi pangan dalam negeri membaik, "katanya.

VIDEO: Kanit Reskrim Polsek Tempe Bicara Bahas Napza dan Lem Fox di Depan Warga

Bawa 1000 Butir Daftar G, BNNP Sulsel Ciduk Warga Pinrang di Maros

Hujan Skala Lokal di Pantai Barat Sulsel Sudah Mulai Muncul, Besok?

Selain berhasil meningkatkan ketahanan pangan, Kariyasa memaparkan kebijakan pangan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga diikuti dengan peningkatan volume dan nilai ekspor yang cukup drastis selama kurun waktu tahun 2014-2018.

Tercatat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2013, ekspor produk pertanian Indonesia masih sekitar 33,5 juta ton.

Lalu pada tahun 2014 dan 2016 meningkat menjadi 36,1 juta ton dan 40,4 juta ton. Pada tahun 2017 dan 2018 kembali meningkat menjadi 41,3 juta ton dan 42,5 juta ton.

“Kalau dibandingkan tahun 2013, jumlah ekspor produk pertanian tahun 2018 meningkat lebih dari 9 juta ton atau 26,9%. Dan yang cukup menarik untuk diperhatikan bahwa selama periode 2014-2018, total volume ekspor pertanian mencapai 195,7 juta ton, sehingga ada akumulasi tambahan volume ekspor selama periode tersebut sekitar 28,3 juta ton,” jelasnya.

Nilai ekspor pertanian produk pertanian juga terus meningkat. Pada tahun 2013, nilai ekspor produk pertanian Indonesia sebesar Rp 320,9 Triliun.

Sementara pada tahun 2014 dan 2016 meningkat menjadi Rp 368,4 Triliun dan Rp 375,5 Triliun.

Nilai ekspor produk pertanian berlanjut meningkat pada tahun 2017 dan 2018 menjadi Rp 442,3 Triliun dan Rp 415,9 Triliun.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved