Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

6 Bank Besar Kuasai Setengah Aset Perbankan Indonesia, Siapa Saja?

Per Juli 2019 total aset kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) IV dengan modal di atas Rp 30 triliun sudah mencapai 4.396,67 triliun.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR
Nasabah sedang mengakses anjungan tunai mandiri (ATM) bank Mandiri di Mall Ratu Indah (MARI), Makassar, beberapa waktu lalu. Dengan banyaknya mesin ATM di pusat perbelanjaan menjadikan nasabah mudah untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUN-TIMUR.COM - Perkembangan aset perbankan di Tanah Air masih didominasi sebagian besar oleh bank besar.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Statistik Perbankan Indonesia (SPI) mencatat, per Juli 2019 total aset kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) IV dengan modal di atas Rp 30 triliun sudah mencapai 4.396,67 triliun.

Jumlah tersebut setidaknya mewakili sekitar 53,23% total aset perbankan secara industri yang mencapai Rp 8.258,88 triliun pada periode akhir Juli 2019.

Porsi tersebut melompat dari tahun sebelumnya yang baru sebesar 50,12%.

Peningkatan aset BUKU IV secara industri disebabkan oleh masuknya PT Bank Panin Tbk ke BUKU IV.

Baca: MTF 2019 di Trans Studio Mal, Bank Mega Target Rp 20 Miliar

Baca: Bank Indonesia Ajarkan Perbankan di Siswa SMA Islam Athirah Makassar

Baca: Awal Tahun, Giro Perbankan Mengetat

Baca: Jangan Sembarangan Pinjam Uang Online, Ini Daftar 13 Fintech Lending yang Sudah Kantongi Izin OJK

Catatan saja, hingga akhir Agustus 2019 lalu Bank Panin mencatat total asetnya sudah mencapai Rp 193,2 triliun (unaudited).

Masuknya Bank Panin ke kelompok BUKU IV makin memperkuat dominasi bank kelas kakap di Indonesia.

Terbukti, BUKU IV yang terdiri dari enam bank yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan Bank Panin melesat naik 15,5% secara year on year (yoy) per Juli 2019.

Pertumbuhan tersebut praktis melampaui pertumbuhan aset secara industri yang hanya naik 8,74% secara tahunan.

Kendati demikian, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya tak yakin aset perbankan masih bisa tumbuh dua digit di akhir 2019. Hal ini tentu tidak terlepas dari perlambatan laju kredit yang menerpa industri perbankan.

Sejumlah warga mengantre untuk mengakses anjungan tunai mandiri (ATM) yang terletak di Pusat Grosir Butung Makassar, beberapa waktu lalu.
Sejumlah warga mengantre untuk mengakses anjungan tunai mandiri (ATM) yang terletak di Pusat Grosir Butung Makassar, beberapa waktu lalu. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

"Aset itu berkembang dari dua faktor, pertama DPK (dana pihak ketiga) dan laba," katanya saat ditemui di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Nah, menurut Jahja sampai saat ini pertumbuhan DPK secara industri masih terbilang seret. Walau sudah mengalami perbaikan dibandingkan pertengahan tahun 2019.

Dus, BCA memandang pada akhir tahun ini aset BCA hanya akan tumbuh satu digit saja.

"Rasanya kalau total aset tumbuh double digit, berat juga," lanjutnya.

Sampai saat ini pertumbuhan aset di BCA masih di kisaran 7%.

Baca: Tak Ada Jalan Lain Aulia Kesuma Lunasi Utang di 2 Bank & Kredit, Bunuh Suami Anak Tiri Demi Rp 10 M

Baca: Susul BCA, Mandiri Luncurkan Fitur Buka Rekening via Online, Cukup Klik Tak Perlu Download

Baca: BNI Wilayah Makassar Beri Hadiah Rp 10 Juta ke Nasabah Emerald Top Spender

Baca: Panin Dubai Syariah Hadirkan Payment Point di UIN Alauddin

Baca: OJK Masih Kaji Status Devisa Bank Sulselbar

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved