Awal Tahun, Giro Perbankan Mengetat
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan dana tunai oleh masyarakat untuk kebutuhan Lebaran, secara siklus pertumbuhan giro agak melambat.
TRIBUN-TIMUR.COM - Pertumbuhan dana giro perbankan masih melambat di kuartal pertama 2019. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per Maret 2019 total dana giro yang berhasil dihimpun bank sudah mencapai Rp 1.316,6 triliun.
Jumlah tersebut hanya naik tipis 6,65% dari periode sama di 2018. Sementara pertumbuhan di Maret 2018 masih lebih tinggi yakni 7,71% yoy.
Walau secara industri terbilang melambat, sejumlah bankir optimistis bisa mencetak kenaikan giro. Bank Rakyat Indonesia (BRI) misalnya, per April 2019 memproyeksi dana giro masih akan tumbuh di atas 17% secara year on year (yoy).
“Target yang ditetapkan hingga akhir tahun sekitar 16%,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI, Bambang Tri Baroto, Senin (20/5/2019).
Baca: Masa Lebaran BNI Makassar Sediakan Rp 2,05 Triliun
Baca: Tunggu OJK, Dirut Muamalat: Pemegang Saham Setujui Penguatan Permodalan Al Falah
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan dana tunai oleh masyarakat untuk kebutuhan Lebaran, secara siklus pertumbuhan giro agak melambat.
Hanya saja, Bambang menyebut dana tunai yang keluar dari sistem keuangan bank tersebut diperkirakan akan kembali ke bank 10 hari setelah usainya libur Lebaran.
Per Maret 2019 secara konsolidasi total dana giro BRI tumbuh 24,1% secara tahunan dari Rp 126,59 triliun menjadi Rp 157,05 triliun.
Pertumbuhan tersebut yang paling tinggi dibandingkan tabungan yang sebesar 10% atau deposito sekitar 12,8% di Maret 2019.
Baca: Pertamina Tambah 123,1 Kilo Liter Bensin Per Hari Selama Satgas Rafi di Sulsel
Baca: Grab Gandeng Yamaha Gelar Pelatihan Berkendara di Garden Area Hotel Max One
Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas juga optimistis dana giro masih akan tumbuh di atas rata-rata industri.
Posisi giro Bank Mandiri per kuartal I 2019 yakni sekitar Rp 175 triliun, sekitar 24% dari total dana pihak ketiga atau DPK.
Bundling Produk Perbankan
Untuk menggenjot pengumpulan giro, Bank Mandiri akan melakukan intensifikasi produk maupun ekstensifikasi produk di antaranya dengan bundling produk Bank Mandiri lainnya.
Pada kuartal I 2019 giro Bank Mandiri melambat 2,5% secara tahunan menjadi Rp 185 triliun secara konsolidasi. Adapun secara individual (bank only) giro turun 1,5% secara tahunan menjadi Rp 174,53 triliun.
Baca: Tunggu OJK, Dirut Muamalat: Pemegang Saham Setujui Penguatan Permodalan Al Falah
Baca: Pelindo IV Parepare Bagikan 1000 Paket Sembako
Bank CIMB Niaga juga mengalami perlambatan giro. Merujuk laporan keuangan CIMB Niaga, dana giro di kuartal I 2019. Menurun 9,97% secara tahunan, dari Rp 50,6 triliun menjadi Rp 45,55 triliun.
Direktur Konsumer CIMB Niaga, Lani Darmawan beralasan saat ini saat ini persaingan dana giro di pasar mengetat. Mengingat produk giro sangat sensitif terkait harga maupun tingkat suku bunga masing-masing bank.(*)
Artikel ini sudah tayang di kontan.co.id dengan judul "Dana Giro Perbankan Melambat di Kuartal I 2019".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bank-mandiri-adat.jpg)