Ini Tiga Kecamatan Prevalensi Stunting Terbesar di Enrekang
Berdasarkan riset kesehatan daerah (Riskesda) 2018 angka stunting Kabupaten Enrekang mencapai 42,7 persen.
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Ansar
Sehingg tak menutup kemungkinnan hal itu jadi pemicu masih tingginya stunting di Kabupaten Enrekang.
"Jadi emang ada juga faktor topografi seperti unsur tanah dalam iodium kurang, tidak bisa penuhi tumbuh-tumbuhan, mungkin itu berentetan sampai stunting ini," ujarnya.
Meski begitu, Sutrisno tetap optimis pihaknya bisa menekan stunting dengan kerjasama yang baik semua OPD dan elemen masyarakat.
Terlebih saat ini sudah dibentuk Tim Koordinasi Penanganan Stunting Kabupaten yang melibatkan semua OPD.
Selain itu kucuran dana dari pusat tahun ini juga tergolong besar untuk penanganan stunting yakni Rp 750 juta.
"InshaAllah, kita optimis bisa menekan stunting hingga 19,5 persen tahun 2023 mendatang, di bawah standar nasional yakni 20 persen," tuturnya.
(tribunenrekang.com)
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/plt-kepala-dinkes-enrekang-sutrisno-h.jpg)