BPOM Tarik Penggunaan Obat Ranitidin, Begini Respon Dinkes Mamasa

Kata dia, penarikan ranitidin dilakukan karena adanya kajian soal cemaran Nitrosodimethylamine (NDMA) pada produk obat ranitidin.

BPOM Tarik Penggunaan Obat Ranitidin, Begini Respon Dinkes Mamasa
Semuel/Tribun Mamasa
Kepala Dinas Kesehatan Hajai S Tanga 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nasional, menarik produk ranitidin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, Hajai S Tanga menjelaskan, peredaran obat ranitidin ditarik menyusul adanya penemuan bahwa obat tersebut dapat memicu kanker.

Kata dia, penarikan ranitidin dilakukan karena adanya kajian soal cemaran Nitrosodimethylamine (NDMA) pada produk obat ranitidin.

Wakili UQ, Ex Jubir Prof Andalan Ambil Formulir di PKB Makassar

Laporan Keuangan Baznas Enrekang Raih Predikat WTP?

Percaya Diri Diusung Parpol, Ilham Nadjamuddin Tak Reken Jalur Independen

Kajian itu sebelumnya dilakukan oleh U.S Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA).

Penarikan ini dimulai dari adanya investigasi dari US FDA, dan badan-badan kesehatan internasional terhadap Zantac, yang secara generik dikenal sebagai ranitidin.

Investigasi tersebut lanjut dia, dilakukan setelah adanya penemuan kemungkinan pemicu kanker dari ranitidin.

Ranitidin biasanya dikonsumsi untuk menurunkan produksi asam lambung pada pasien, dengan kondisi seperti heartburn dan maag.

Produk ini tersedia baik versi obat bebas maupun yang harus melalui resep dokter.

Beberapa pihak yang sudah menarik peredaran ranitidin adalah CVS, Walgreens, Walmart, dan Rite Aid di Amerika Serikat.

Sehubungan dengan peredaran ranitidin, Hajai menjelaskan, penggunaan obat-obatan ranitidin, hanya digunakan di rumah sakit.

Percaya Diri Diusung Parpol, Ilham Nadjamuddin Tak Reken Jalur Independen

Medis Lanto Dg Pasewang Jeneponto Rayakan Ultah Bocah Penderita Gizi Buruk

Ini Cara TNI AU Melepas Purna Tugas Wapres Jusuf Kalla

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved