Bagaimana Cara Disdik Bone Turunkan Angka Stunting?
Kabupaten Bone diketahui merupakan salah satu daerah yang masuk prioritas untuk pencegahan stunting.
Penulis: Justang Muhammad | Editor: Ansar
TRIBUNBONE.COM, WATAMPONE- Dinas Pendidikan Kabupaten Bone bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemdikbud RI menggelar bimbingan teknis pendidikan keluarga penurunan angka stunting.
Berlangsung di Hotel Sarlim, Kota Watampone, Kamis, (10/10/2019).
Kabupaten Bone diketahui merupakan salah satu daerah yang masuk prioritas untuk pencegahan stunting.
Kini, Pemkab Bone melaksanakan berbagai upaya salah satunya dengan menggelar bimtek penurunan angka stunting.
RAMALAN ZODIAK JUMAT 11 Oktober 2019: Scorpio Jauhi Konflik dan Taurus Jadi Sangat Posesif
Sekwan Masih Tunggu SK Penetapan Andi Ina Kartika dari DPP Golkar
TERUNGKAP ini Motif Abu Rara dan Istrinya Tikam Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang Banten
Sekretaris Daerah Bone A Surya Darma mengajak seluruh perangkat desa dan pemangku jabatan di tingkat kecamatan dan kabupaten untuk sama-sama mencegah stunting dengan berbagai program.
Seperti pemberian gizi terhadap balita dan pemeriksaan kesehatan serta berkonsultasi dengan petugas medis.
“Stunting terjadi akibat pola makan dan pola hidup orang tua yang tidak sehat hingga mewariskan kekurangan gizi ke anak, begitu juga dengan asupan gizi yang kurang ," katanya.
"Dan lingkungan yang tidak bersih serta makanan yang terkontaminasi," kata Sekda Bone dalam rilis Humas dan Protokol Bone kepada tribunbone.com.
"Oleh karenanya, ke depan tenaga medis dan pekerja sosial harus lebih aktif turun ke desa-desa untuk mensosialisasi pentingnya hidup sehat, baik pola makan, kebersihan lingkungan dan asupan gizi yang cukup," ajaknya.
Mantan Kadis Keuangan dan Aset Daerah Bone menuturkan bimtek ini diharapkan seluruh kecamatan dapat menurunkan angka stunting Kabupaten Bone.
“Ayo kita berantas stunting sejak dini, sehingga masyarakat ke depan benar-benar hidup sehat,”harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bone, Hj A Syamsiar Halid menuturkan kegiatan yang digelar ini melibatkan berbagai kalangan seperti Kepala Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
TP PKK Kabupaten Bone, TP PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas, Bidan Desa (Bides) dan aparatur desa serta tokoh masyarakat.
Mantan Staf Ahli Bupati menjelaskan gangguan pertumbuhan anak karena kekurangan asupan gizi berdasarkan data statistik tahun 2018, mencapai angka 40,36 persen.
Hal itu umumnya disebabkan kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir berusia 2 tahun.
Untuk penanganan stunting ini, pemerintah melibatkan berbagai sektor dan kementerian, seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat umum dan unsur lainya.
RAMALAN ZODIAK JUMAT 11 Oktober 2019: Scorpio Jauhi Konflik dan Taurus Jadi Sangat Posesif
Sekwan Masih Tunggu SK Penetapan Andi Ina Kartika dari DPP Golkar
TERUNGKAP ini Motif Abu Rara dan Istrinya Tikam Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang Banten
"Maka itu, Pemkab Bone melaksanakan program penanggulangan stunting dilakukan melalui berbagai upaya, diantaranya dengan program pemberian tablet tambah darah,' ujar dia.
"Dan makanan tambahan pada Ibu hamil dan remaja putri, pemenuhan gizi pada anak bayi dua tahun, dan persalinan oleh tenaga kesehatan," katanya.
Selain itu, para ibu yang baru melahirkan juga diimbau insiasi menyusui dini, pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI pada anak baduta.
Juga pemberian imunisasi lengkap dan Vitamin A, pemantauan pertumbuhan di posyandu, dan melakukan gerakan masyarakat untuk hidup sehat.
Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj Kurniaty Fahsar mengungkapkan semua kecamatan di Bone harus serius dalam penurunan stunting.
"Diketahui hampir di semua kecamatan di Kabupaten Bone memiliki bayi yang terkena stunting, maka, kita harus terus menekan angka kasus stunting di daerah ini, dengan cara mengoptimalkan 1.000 hari kehidupan bagi bayi,"ungkapnya.
Lanjut, Hj Kurniaty bahwa bayi di bawah usia dua tahun, sangat rawan terkena stunting akibat kekurangan gizi dari ibunya semanjak di dalam kandungan.
"Penyebab stunting akibat kekurangan gizi pada masa awal anak lahir, tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia dua tahun," tambahnya.(TribunBone.com)
Laporan Wartawan TribunBone.com @juzanmuhammad
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/disdik-bone-kemdikbud-ri-stunting.jpg)