Mamasa Butuh Bantuan Rumah Tidak Layak Huni 30.000 Unit

Berdasarkan hitung-hitungan dinas terkait, Mamasa masih membutuhkan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 30.000 unit.

Mamasa Butuh Bantuan Rumah Tidak Layak Huni 30.000 Unit
semuel/tribunmamasa.com
Kepala Dinas PKPP Mamasa, Daud Tandiarruan 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat masih membutuhkankan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Saat ini, Mamasa masih membutuhkan bantuan tersebut sebanyak 30.000 unit.

Program Studi Stikes Baramuli Pinrang Terakreditasi?

Bank Mandiri Region X Bantu Talangi Tagihan 23 RS ke BPJS Kesehatan

Istri Sandiaga Nur Asia Fix Tidak Maju Pilkada Tangsel Karena Ini Putri Maruf Amin Berpeluang Menang

FMIPA UNM Gelar Seminar internasional, Ini Nama-nama Profesor dari Berbagai Negara Jadi Pembicara?

Tewas Tergantung di Lapas Klas I Makassar, Begini Kesaksian Keluarga Aryanto

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Mamasa, Daud Tandiarruan saat ditemui di kantornya, Rabu (9/10/2019) pagi tadi.

Daud menjelaskan, dari jumlah 30 ribu yang dimaksud, terdiri dari pembangunan rumah baru 5.000 unit dan RTLH 25.000 unit.

Jumlah itu menurut Daud, akan diusulkan ke kementerian secara bertahap.

"Pastinya kami terus berupaya agar kebutuhan masyarakat akan hunian yang layak dapat diberikan," jelasnya.

Sebelumnya lanjut Daud, untuk program tahun ini, Mamasa mendapat bantuan RTLH sebanyak 1.400 unit.

Jumlah itu terdiri dari 1.300 unit melalui anggaran satuan kerja perumahan Provinsi Sulawesi Barat, dan 100 unit merupakan anggaran program strategis.

Kepala Dinas PKPP Mamasa, Daud Tandiarruan
Kepala Dinas PKPP Mamasa, Daud Tandiarruan (semuel/tribunmamasa.com)

"Ini untuk peningkatan kualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang telah memiliki rumah namun belum layak," lanjutnya.

Daud berharap agar setiap tahun ada pengurangan jumlah warga yang memiliki RTLH, melalui program pemerintah dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Halaman
123
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved