Bawa Indonesia Juara Dunia Bulutangkis, Ternyata Ibu Indah Juga Atlet
Indah jago bulutangkis karena keturunan dari orang tuanya, H Muhammad Jamil (55) dan Hj Amriati Rauf (50).
Penulis: Justang Muhammad | Editor: Ansar
TRIBUNBONE.COM, WATAMPONE- Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Ibarat itu menggambarkan sosok Indah Cahya Sari Jamil (17), atlet muda asal kabupaten Bone yang membawa Indonesia juara di Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2019.
Indah jago bulutangkis karena keturunan dari orang tuanya, H Muhammad Jamil (55) dan Hj Amriati Rauf (50).
Pebulutangkis kelahiran Makassar, 16 Maret 2002 lalu diperkenalkan bulutangkis sejak bangku kelas 3 SD.
Selalu Bela Jokowi, Denny Siregar Dianggap Buzzer Bayaran Istana, Benarkah? Ini Profilnya
Serunya Perayaan Milad ke-26 Masika ICMI Sulsel di Redaksi Tribun Timur
Sm*sh Kembali Eksis dan Tampil di Synchronize Fest 2019, Ini Profil dan Perjalanan Karier
Kedua orang tuanya merupakan mantan pemain pelatda Sulsel yang kini menjadi pelatih dan pembina bulutangkis di Bone.
Bapaknya, guru olahraga SMPN 1 Awangpone itu pernah menjadi pemain hingga pelatih di PON Sulsel dulu.
Sementara ibunya, Hj Amriati Rauf (50) yang berasal dari Makassar pernah juara se Indonesia Timur sewaktu diadakan di Makassar.
"Aktifitas kami kan di lapangan, sehingga Indah kecil sering ikut kami ke lapangan, saat itu Indah kelas 3 SD," kata Hj Amriati Rauf (50) yang ditemui tribunbone.com di rumahnya, Kompleks Pasar Sentral Lama, Jl Ade Irma Nasution, Kota Watampone, Selasa (8/10/2019).
Namun berawal dari seringnya ikut ke lapangan, Indah yang berusia 8 tahun saat itu kemudian cinta bulutangkis dan menggelutinya.
Sementara itu bapak Indah, H Muhammad Jamil(55) yang ikut menerima tribunbone.com di kediamannya menuturkan Inday
"Kami tidak pernah meminta Indah menjadi atlet, kami hanya memperkenalkan, kebetulan kami memang dari pasangan menggeluti bulutangkis. Berjodoh dengan ibu juga dari perkenalan sama-sama mengikuti kejuaraan di Makassar," kata Jamil.
Bahkan, lanjut Jamil saat Indah memasuki bangku kelas 1 SMPN, dia meminta Indah memilih pendidikan atau karir menjadi atlet.
"Dia dengan sejuta mimpi memilih menjadi atlet, sejak saat itu kami mendukung penuh Indah, dan saya tidak setengah-tengah saya bawa ke Jawa berlatih, untuk pendidikannya home schooling," kata Jamil.
Indah kemudian fokus berlatih dan dititipkan pelatih bernama Irham, rekan Jamil di Jakarta.
"Pada tahun 2014 kemudian masuk PB Jarum di Kudus, pada tahun 2016 sudah masuk di pelatnas Cipayung, PBSI," kata Jamil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/orangtua-indah-cahya-sari-jamil-17-indonesia-juara.jpg)