Dishub Kota Makassar Belum Bisa Tertibkan Geliat 'Pak Ogah'
Meski beberapa bulan terakhir, Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial kerap melakukan razia. Namun, nyatanya keberadaan 'pak ogah' masih saja dijumpai.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kota Makassar belum juga terbebas dari geliat 'pak ogah'.
'Pengatur lalu lintas' ilegal itu masih dijumpai di sejumlah titik jalan di kota berpenduduk 1,5 juta jiwa (data BPS per Agustus 2019).
Golkar Segera Umumkan Nama Ketua Defenitif DPRD Sulsel
Badan Jalan Depan Matos Mamuju Jadi Lahan Parkir Kendaraan
Meida Wisata Tawarkan Paket Umrah Hanya Rp. 19.999.000 Juta Selama 9 Hari
Dollah Turun Langsung Pantau Proyek Daerah, Ingatkan Pekerja 3 Hal
Gowa Bersama Megah Mie Bangun Arena Skate Park di Lapangan Syekh Yusuf , Rancang Bertaraf Nasional
Meski beberapa bulan terakhir, Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial kerap melakukan razia. Namun, nyatanya keberadaan 'pak ogah' masih saja dijumpai.
Seperti terpantau, Minggu (6/10/2019) siang, keberadaan 'pak ogah' terlihat di jalur U-turn Jl Perintis Kemerdekaan tepat di depan kampus Cokroaminoto Makassar.
Pak ogah berjaket biru memakai penutup kepala helm hitam itu, tampak sibuk mengatur kendaraan yang hendak memutar balik arah.
Beberapa kendaraan roda empat yang memutar balik arah terlihat memilih tidak menurungka kaca pintu mobilnya. Beberapa lainnya menurungkan kaca sembari menyodorkan recehan Rp 2 ribu.
Masih di Jl Perintis Kemerdekaan, pemandangan yang sama terlihat di jlur U-turn depan Rumah Jahit Akhwat (RJA) atau depan rumah makan Ayam Penyet Ria Khas Ibu Ruth.
Seorang 'pak ogah' juga tampak sibuk mengatur kendaraan yang hendak memutar arah.
Begitupun di jalur U-turn Jl Veteran Selatan yang tidak jauh dari pertigaan Jl Mongisidi Baru-Veteran Selatan. Selain itu juga ditemukan di dan Jl Sultan Alauddin.
Dua hingga tiga 'pak ogah' tampak beroparasi di jalan itu. Mereka didominasi usia remaja.
Kehadiran 'pak ogah' tentunya mengganggu pengguna jalan khususnya roda empat.
Sebab, jika harus memutar arah, kebanyakan dari mereka terpaksa harus mengeluarkan uang Rp 2 ribu atau recehan untuk diberikan ke 'pak ogah'. Meski, tidak semua pengendara juga memberi. (tribun-timur.com).
Laporan wartawan tribun-timur.com, Muslimin Emba
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pak-ogah-terlihat-di-jalur-u-turn-jl-perintis-kemerdekaan.jpg)